Lahan tidur seluas 3 hektare ini disulap menjadi lahan pertanian agar menjadi lahan produktif seperti tanaman padi dan holtikultura. (Foto : Niaga Asia)

KUTAI KARTANEGARA.NIAGA.ASIA – Kabupaten Kutai Kartanegara menyimpan potensi besar sebagai pusat pangan di Kalimantan Timur. Diantaranya, dengan memanfaatkan lahan tidur. Seperti yang ada di Desa Tanjung Batu, kecamatan Tenggarong Seberang.

Desa Tanjung Batu, memiliki jumlah penduduk 1.752 jiwa dari 576 kepala keluarga. Sebagian besar penduduk setempat, bermata pencaharian dari sektor pertanian.

“Dari sekitar 100 hektare lahan tidur, areal terbuka untuk pertanian dan sudah fungsional, baru kurang lebih 30 hektare di selatan, dan 15 hektare di utara dekat pembangkit listrik Cahaya Fajar Kaltim,” kata Kepala Desa Tanjung Batu Husniansyah, ditemui Rabu (28/10) sore.

Husniansyah menerangkan, areal pertanian seluas 45 hektare yang sudah berfungsi dengan baik itu, pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mencoba membangkitkan lahan tidur lainnya.

“Agar bisa menjadi lahan produktif,” ujar Husniansyah.

Desa Tanjung Batu, lanjut Husniansyah, menjadi salah satu daerah pertanian di Kutai Kartanegara, yang ikut mensuplai kebutuhan pangan di Kalimantan Timur, dari luasan lahan produktif 45 hektare itu.

“Maksimal di produksi padi. Ada juga holtikultura, sayuran. Di 2013 lalu, kita budidayakan bawang merah. Tapi tidak berlanjut karena kita alihkan ke kegiatan lain. Di samping memang, cuaca menjadi kendala,” ungkap Husniansyah.

Kepala Desa Tanjung Batu Husniansyah saat diwawancarai wartawan, Rabu (28/10) sore. (Foto : Niaga Asia)

Upaya untuk menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif, diantaranya bekerjasama dengan PT BHP dan TNI AD hari ini, di atas lahan seluas 3 hektare untuk demplot atau percontohan dari 460 hektar yang ada. Areal yang ditinjau Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Heri Wiranto hari ini, menjadi kawasan Cadangan Pangan Strategis Nasional, sebagai kegiatan Bina Teritorial Kodam VI Mulawarman.

“Kita sinergi dengan TNI AD, yang memang memiliki program positif membantu, untuk memberdayakan masyarakat. Sehingga dalam 8 hari ini, kita mulai percontohan di demplot lahan seluas 3 hektare ini,” terang Husniansyah.

“Untuk penyediaan bibit padi, kita sinergi dengan PT BHP, yang nanti jadi wadah bersamaan kami di Pemdes melalui BUMDes, serta TNI AD ikut mengawal,” tambahnya.

Husniansyah juga bicara perihal legalitas lahan di Desa Tanjung Batu. Menurutnya, lahan warga Tanjung Batu yang dikelilingi desa transmigrasi, sementara ini, berstatus lahan dengan surat keterangan garap.

“Dari kegiatan bersama PT BHP dan TNI ini, diharapkan memiliki multiplier effect soal legalitas lahan masyarakat,” sebut Husniansyah.

“Untuk warga yang mengelola lahan sendiri, kita rembukkan dan musyawarah bersama melalui bendera PT BHP, yang di dalamnya ikut terlibat BUMDes, dengan pola bagi hasil 40:60,” terang Husniansyah.

Masih dijelaskan Husniansyah, Desa Tanjung Batu memang sejak lama, memiliki lahan tidur berpotensi besar jadi lahan produktif. “Iya, jadi dari 100 hektare lahan tidur, yang terbuka dan fungsional masih sekitar 45 hektare. Sisanya, berpotensi besar untuk dikembangkan,” demikian Husniansyah. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *