Truk pengangkut air bersih milik satgas Pamtas kecelakaan saat melayani suplai air bersih kebutuhan kafilah MTQ (foto : istimewa/Niaga Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Ucapan duka terus mengalir dari berbagai instansi pemerintah, maupun masyarakat, seiring beredarnya kabar meninggalnya 2 prajurit TNI AD pada Satgas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Batalion Infanteri Raider 600/Modang.

Kedua prajurit Satgas Pamtas itu adalah Pratu David Akbar Hosein (23), dan Prada Budi Nur Cholis (22), wafat saat menjalankan tugas melayani suplai air bersih untuk kafilah MTQ XVI, yang dipusatkan di lapangan Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah.

Truk tangki pengangkut air bersih digunakan personel Satgas Pantas itu diduga hilang kendali, hingga mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Jalan Garuda Perkasa Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Selasa (25/2) sore, sekira pukul 15.30 WITA.

Kedua prajurit mengalami luka berat, satu orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Nunukan. Kedua jenazah saat telah dikirim ke Tarakan, untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Berdasarnya data yang diperoleh Niaga Asia, almarhum Prada Budi Nur Cholis dijadwalkan ikut penerbangan Lion Air JT 675 yang diberangkatkan sekitar pukul 12.55 Wita tadi, rute Tarakan – Balikpapan-Surabaya.

Sementara, Pratu David Akbar Hosein diberangkatkan dengan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7270 rute Tarakan, Balikpapan – Halim Perdana Kusuma Jakarta, dilanjutkan dengan pesawat ID 7107 tujuan Jakarta – Padang.

Dikutip dari laman kaltara.kemenag.go.id, Kepala Kementrian Agama Kanwil Kalimantan Utara Suriansyah Hanafi menyatakan berbelasungkawa meninggalnya 2 prajurit yang mengalami kecelakaan lalu lintas, saat bertugas mendistribusikan air bersih untuk kafilah MTQ.

“Innalillahi wa Inna ilaihi Raji’un. Saya atas nama keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltara berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya dua prajurit TNI. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan,” sebut Kakanwil.

Dua prajurit yang gugur, ungkap Kakanwil, merupakan pribadi yang sangat baik. Selain bertugas menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan, berbagai kegiatan sosial lainnya juga turut diberikan. Bahkan, dalam perhelatan MTQ, keduanya secara ikhlas dan sukarela memberikan tenaga dan waktunya demi kelancaran kegiatan.

Kakanwil menginstruksikan kepada jajaran Kemenag Nunukan, untuk membantu mengurus jenazah, serta meminta kepada petugas haji tahun 2020 supaya mem-badal-kan haji untuk kedua almarhum.

Untuk diketahui, mem-badal-kan haji yaitu mengganti ibadah haji dari orang lain. Dengan begitu, kedua almarhum Insya Allah mendapat pahala ibadah haji yang ditunaikan dua petugas haji dari Kementerian Agama.

“Saya telah meminta kepada dua petugas haji, supaya niat membadal hajinya untuk kedua almarhum yang gugur demi tugas mulia, dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kakanwil. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *