aa
Sri Mulyani Indrawati  di diskusi panel “Integrasi, Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Indonesia” di Ruang Barengan (Graha Lt 2) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Sabtu (30/11).

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa salah satu ide reformasi adalah desentralisasi dan otonomi daerah, termasuk dunia pendidikan. Namun, Menkeu menyatakan bahwa anggaran  pendidikan sebesar 20% tersebut belum dikelola secara optimal. Ia menginginkan adanya langkah nyata untuk memikirkan penggunaannya agar berkontribusi bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Saya merasa bahwa kita seluruh stakeholder ini belum duduk sama sama. How we are going to organize ourselves. Sehingga uang pun meskipun dari pemerintah banyak itu pasti masih kurang dan masih banyak inisiatif goodwill banyak orang-orang yang ingin melakukan kontribusi bagi pendidikan. Jadi, diskusi hari ini semoga ada ide untuk memperbaiki,” kata Menkeu pada diskusi panel “Integrasi, Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Indonesia” di Ruang Barengan (Graha Lt 2) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Sabtu (30/11) sebagai rangkaian acara Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI), sebagaimana dilaporkan situs kemenkeu.go.id.

Berbicara mengenai pendidikan pada masa sekarang ini, di dunia sudah mulai dikenalkan konsep long life learning. Proses belajar-mengajar itu sebetulnya tidak harus terlalu di dalam konteks sekolah, guru, dan murid di dalam satu ruangan. Apalagi dengan konsep teknologi sekarang yang namanya interaksi bisa didapat dari berbagai macam cara dan sumber.

“Hari ini bahkan lebih kompleks lagi di sekolah. Waktu anak sekolah, apalagi di sekolahnya membolehkan membawa handphone, dia bisa physically ada di sekolah tapi otak dan pikirannya di tempat lain karena dia browsing something else. Itu juga kemudian menciptakan alternatif channel lainnya. Kemudian keluarga adalah faktor yang sangat penting dalam melakukan proses pendidikan,” jelas Menkeu pada acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Semua Murid Semua Guru (SMSG) ini.

Sebagai informasi, Semua Murid Semua Guru (SMSG) adalah jaringan alternatif kerja barengan seluruh aktor pemangku kepentingan pendidikan untuk berdaya yang dirintis sejak 2016 dengan salah satu program kerja menyelenggarakan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI).

KPI menjadi wadah bagi aktor pendidikan untuk bertemu, bertukar wawasan serta gagasan mengenai gerakan dan inisiatif pendidikan dengan menyoroti kondisi, capaian dan tantangan yang terjadi dalam ekosistem Komunitas dan Organisasi Pendidikan di seluruh Indonesia. (001)

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *