
JAKARTA.NIAGA.ASIA –Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan, pimpinan baru LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) harus melakukan pembenahan menyeluruh, dari hulu sampai ke hilir sebagai lembaga pembiayaan ekspor tersebut.
“Reposisi mandat LPEI sebagai katalis transformasi ekspor nasional menjadi penting. Dukungan pembiayaan yang diberikan LPEI harus bersifat strategis, berdampak, dan mampu mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya ketika menghadiri pelantikan dewan direktur, anggota dewan direktur dan direktur eksekutif LPEI, di Jakarta, Rabu (7/1/2026)/
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban melantik Sukatmo Padmosukarso sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta Doddy Rahadi sebagai Anggota Dewan Direktur LPEI, dan para Direktur Utama Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.
“Pelantikan pejabat baru di lingkungan LPEI ini harus digunakan sebagai momentum untuk membenahi LPEI dari hulu sampai ke hilir, momentum untuk mengembalikan LPEI ke fungsi dasarnya sebagai alat negara untuk menggerakkan ekonomi,” kata Menkeu.
Menkeu mengibaratkan momentum tersebut sebagai engine restart bagi LPEI. Bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem, tata kelola, dan manajemen risiko.
“Ini bukan sekadar ganti sopir, tapi cek ulang mesinnya, olinya, dan remnya. Amanah ini tidak ringan, tapi arahnya jelas dan harus dijalankan secara konsisten,” ujar Menkeu.
Lebih lanjut, Menkeu menekankan terkait arah pembiayaan LPEI agar difokuskan pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri dan perluasan basis eksportir pada sektor-sektor prioritas, khususnya di manufaktur, agroindustri, dan ekonomi hijau.
Ia juga menyoroti keberanian kebijakan serta efektivitas dukungan institusional terhadap produk halal mulai dari makanan hingga kosmetik.
“Ke depan saya harap LPEI dapat fokus ke pembiayaan ekspor yang komersial, market oriented, dan bankable,” kata Menkeu.
Selain itu, Menkeu juga menekankan pentingnya kepercayaan, tata kelola, dan pengelolaan risiko yang disiplin sebagai landasan pengambilan keputusan pembiayaan yang prudent dan berkelanjutan.
“Saya harapkan adalah disiplin. Disiplin risiko, disiplin tata kelola, disiplin data. Jadi keputusan harus punya risk calculation yang kuat dengan database yang kuat, dengan tim research yang bagus,” jelas Menkeu.
Menutup sambutannya, Menkeu menyampaikan selamat kepada pimpinan baru LPEI. Harapannya, kepemimpinan baru menghadirkan budaya integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme di seluruh lini organisasi sehingga LPEI mampu menjadi akselerator pertumbuhan ekspor yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saya ucapkan selamat bekerja kepada pimpinan baru LPEI. Pemerintah mendukung penuh selama arah yang jelas dan tata kelolanya dijaga. Ayo kita jalan bersama ke depan, konsisten dan menuju kesuksesan,” ujar Menkeu.
Sumber: Biro KLI Kemenkeu | Editor: Intoniswan
Tag: Kemenkeu