
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Asam Ilir merespons keluhan sejumlah sekolah di Samarinda terkait ketiadaan menu susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Tim Ahli Gizi Endah Istikawati mengatakan, pihaknya telah kesulitan mendapatkan pasokan susu UHT ukuran 115-125 ml sejak sepekan terakhir. Tingginya permintaan pasar itu membuat stok di berbagai level distributor ludes.
“Di supplier, mulai dari gudang besar hingga toko ritel kecil, semuanya kosong. Tim kami sudah mencari keliling. Kadang ada informasi stok masuk di satu supplier, tapi begitu didatangi sudah habis dipesan orang,” kata Endah, ditemui di Kantor SPPG Karang Asam, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis 26 Februari 2026.
“Kadang ada satu dua dus, tapi itu tidak bisa mencukupi permintaan di setiap sekolah,” tambah dia.
Endah menerangkan, meski ukuran 150-200 ml masih tersedia di pasaran, ukuran tersebut dinilai terlalu besar untuk porsi anak sekolah dalam program ini.
Sebagai solusi, SPPG Karang Asam Ilir ke depannya akan menyiapkan alternatif lain, mengganti menu susu UHT dengan susu kedelai atau bubur kacang hijau.
SPPG Karang Asam Ilir berkomitmen tidak akan menggunakan susu varian rasa seperti cokelat atau stroberi, meski stoknya mungkin lebih mudah didapat. Hal ini untuk memastikan agar kesehatan anak tidak terganggu.

“Kami tidak mau memberikan susu yang ada rasanya karena kandungan gulanya tinggi. Kami khawatir anak-anak berisiko terkena diabetes. Jadi, lebih baik tidak kami berikan,” terang Endah.
Sembari mencari supplier susu kedelai yang konsisten, SPPG menyiasati pemenuhan protein anak sebagai pengganti susu UHT dengan memberikan olahan nabati seperti nugget tempe dan tahu bakso. Meski demikian, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap selera murid dan siswa.
“Untuk kacang goreng sempat kita kasih untuk mengetes, apakah anak-anak makan? Ternyata banyak anak gak suka. Jadi mau gak mau saya langsung ganti menu itu takutnya dibuang lagi, dan gizi mereka tidak terpenuhi,” ucapnya.
Untuk diketahui, SPPG Karang Asam Ilir melayani ribuan porsi MBG setiap harinya untuk jenjang SD hingga SMA. Terdapat perbedaan skema menu antara hari biasa dan bulan Ramadan dengan anggaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per siswa.
Pada hari biasa, menu terdiri dari nasi, ayam bumbu merah, tempe orek, tumis kacang panjang, pisang, dan susu. Sementara selama Ramadan, menu disesuaikan menjadi roti, telur rebus (telur ayam atau puyuh), buah-buahan, serta tambahan protein nabati sebagai pengganti jika susu absen.
Menu yang diberikan kepada siswa pun segar setiap harinya. Mulai dari roti, susu dan lainnya didistribusikan setiap harinya. Seperti roti disuplai dari salah satu supplier di Samarinda.
“Untuk menu besok kita pesan hari ini dan kita kemasnya di jam 12 malam. Kita berupaya menu yang dihadirkan melengkapi kadar karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah,” demikian Endah Istikawati.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Makan Bergizi GratisMBGSamarinda