Menu MBG Selama Ramadan Tanpa Susu, Alasan Stok Habis Tidak Logis

SDN 003 Jalan Slamet Riyadi, Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — SDN 003 Sungai Kunjang Samarinda mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didapatkan siswa selama bulan Ramadan, lebih sedikit komponennya dibandingkan hari biasa di luar momentum Ramadan.

Selama dua hari kegiatan sekolah berlangsung di bulan Ramadan ini, menu yang didapatkan siswa berupa makanan ringan tanpa susu. Padahal susu sendiri dinilai menjadi komponen penting untuk memenuhi asupan protein murid.

Penanggung Jawab (Person In Charge/PIC) MBG SDN 003 Samarinda, Abdul Fajar menerangkan, program MBG ini sebenarnya belum genap setahun berjalan di sekolah mereka. Untuk itu Ramadan tahun ini menjadi pengalaman perdana para murid mencicipi menu versi bulan Ramadan.

“MBG di SDN 003 ini belum ada setahun berjalan. Karena kemaren mulainya setelah Ramadan tahun 2025 (bulan April),” kata Fajar, ditemui niaga.asia di kantor SDN 003 Samarinda Jalan Slamet Riyadi, Selasa 24 Februari 2026.

Selama Ramadan, siswa menerima kudapan atau makanan ringan buat dibawa pulang.

Namun yang menjadi sorotan sekolah, menu yang dihadirkan di bulan Ramadan ini tanpa susu. Padahal pada hari efektif sekolah di luar Ramadan, siswa diberikan menu lengkap berupa nasi, lauk pauk, buah hingga susu.

Perubahan menu tersebut dirasakan sejak hari pertama sekolah di bulan puasa, Senin 23 Februari 2026. Saat itu siswa hanya menerima paket berisi roti, telur rebus, satu bungkus kacang goreng, dan tiga butir buah kelengkeng.

Menu yang didapatkan siswa dan tenaga pendidik pada Selasa 24 Februari 2026 (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Hal serupa berlanjut pada Selasa 24 Februari 2026 dengan menu telur puyuh, roti, gorengan, dan pisang, tetap tanpa dilengkapi susu.

“Sudah dua hari selama Ramadan ini susunya tidak ada. Kami sudah menghubungi pihak Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG), namun alasannya stok susu habis. Menurut kami, alasan itu tidak logis karena seharusnya mereka sudah menyiapkan stok jauh-jauh hari,” terangnya.

Pihak SPPG sediri sempat menjelaskan kacang goreng yang diberikan berfungsi sebagai substitusi protein untuk menggantikan susu.

“Saya bilang kenapa tidak ganti susu kedelai atau susu bubuk? Karena anak-anak sukanya susu,” tegasnya.

Pihak sekolah dan orang tua murid berharap ada evaluasi cepat dari penyelenggara SPPG agar hak nutrisi anak-anak tetap terpenuhi secara maksimal selama menjalankan ibadah puasa ini.

“Kita bisa katakan dapur SPPG di Karang Asam Ilir kurang variatif. Kita harap ke depan bisa lebih variatif menunya,” demikian Abdul Fajar.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: