Ilustrasi masyarakat menggunakan masker cegah sebaran virus Corona (Hak atas foto Getty Images Image caption)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Timur, Ir. H Fuad As’sadin, M.Si stok masker dan hand sanitizer yang menipis di pedagang besar dan kecil akan ditambah, sedangkan penjualannya akan dibatasi untuk perorangan.

“Saya sudah dapat konfirmasi dari pedagang besar, akan ada pasokan masker dan hand sanitizer minggu depan,” kata Fuad kepada Niaga.Asia, Minggu (22/3/2020).

Menurutnya, ketersediaan masker untuk masyarakat umum sementara ini  menipis di Hypermart, Indo Mart , Giant Alaya, Era Mart, apotik-apotik, dan  toko-toko obat cendrung sulit ditemukan.

Meski demikian, untuk Samarinda di Indo Grosir masih tersdia masker. Pengelola Indo Grosir menginformasikan masih ada stok masker sebanyak 135.000 pcs, namun untuk pembelian penjualannya dibatasi 3 – 4 pcs per orang.

Minggu depan, lanjut Fuad, akan ada penambahan stok masker, tapi penjualannya tetap dibatasi agar tidak diborong oknum-oknum yang mencari keuntungan secara tak wajar. Harga 1 kotak  masker berisi 50 lembar sekitar Rp 165 ribu – 225 ribu, sedangkan masker bungkusan berisi  4 lembar harganya Rp 9.500 – Rp 13.000 per bungkus.

“Pemantauan Peredaran Masker dan Hand Sanitizer di Indonesia  dan kelangkaan di daerah-daerah sudah dilaporkan dalam  Rakor Perdagangan Nasional tanggal 2 – 6  Maret 2020 di Hotel Borobudur, Jakarta,” ungkap Fuad.

Stok Masker Saat Ini

                Fuad menerangkan, stok masker dalam penguasaan pemerintah daerah,  saat ini di Instalasi Fasmasi Kabupatan/kota (IFK) di Kaltim  dilaporkan untuk Masker N95 sebanyak 8.943 pcs, dan Masker biasa sebanyak 868.200 pcs, dengan sebaran ketersediaan per kabupaten/kota sebagai berikut;

  • Stok di IFK Kutai Barat : 1. Masker N95  = 0 pcs;  dan 2. Masker biasa= 93.700 pcs
  • Stok di IFK Paser : 1. Masker N95 = 0 pcs; dan 2. Masker biasa=163.650 pcs
  • Stok di IFK PPU : 1. Masker N95  = 0 pcs, dan 2. Masker biasa=104.550 pcs
  • Stok di IFK bontang : 1. Masker N95  = 500 pcs; dan 2. Masker biasa= 4.700 pcs
  • Stok di IFK Balikpapan : 1. Masker N95 = 0 pcs, dan 2. Masker biasa= 62.950 pcs
  • Stok di IFK Kutim: 1. Masker N95  = 2.060 pcs, 2. Masker N95 program= 1.200 pcs, 3. Masker biasa = 2.750 pcs, dan 4. Masker biasa program = 4.300 pcs
  • Stok masker IFK. Samarinda : 1. Masker N95 = 0 pcs, 2. Masker biasa= 97.950 pcs, dan 3. Masker N95 Program = 160 pcs.
  • Stok di IFK mahulu : 1. Masker N95= 1100 pcs, dan 2. Masker biasa= 76.750 pcs
  • Stok di IFK Berau: 1. Masker N95 program = 3898 pcs, dan 2. Masker biasa= 165.200 pcs
  • Stok masker IFK Kukar: 1. Masker N95 program = 25 pcs, dan 2. Masker biasa= 91.700 pcs

Selalu Dipantau

                Fuad juga menegaskan, barang berupa masker dan hand sanitizer dalam pemantau pemerintah, Berdasarkan pantauan di lapangan bahwa banyak toko, apotek dalam kondisi kekurangan masker dan hand sanitizer.

“Di Kaltim belum ada pabrik memproduksi masker sehingga pasokan mengandalkan dari luar Kaltim,” ujarnya.

Beberapa Dinas  Perdagangan Kabupaten/Kota sudah melakukan sidak ke toko-toko  dan memang rata-rata  tidak tersedia masker. Kelangkaan masker dan hand sanitizer bersifat nasional, karena terjadi di semua daerah di Indonesia.

“Kita menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong (panic buying),” ajak Fuad.

Menurut Fuad, perlua ada tim dipemerintahan daerah melibatkan lintas instansi, antara lain  Dinas kesehatan, Dinas pendidikan, Kepolisiananitizer. Atau bisa pula dengan mencontoh Jawa Timur, yaitu membuat masker dan hand sanitizer sendiri dengan bahan-bahan lokal.

“Supaya tidak boros menggunakan  masker  dan hand sanitizer, semua pihak harus konsiten melaksanakan   instruksi gubernur untuk mengurangi kegiatan keluar rumah,” kata Fuad. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *