Minggu I Maret 2021, Nilai Tukar Rupiah Stabil di Rp14.260 per Dolar AS

aa
[ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
JAKARTA.NIAGA.ASIA-Perkembangan nilai tukar  Rupiah dari tanggal 1 sampai dengan 5 Maret 2021, pada akhir hari Kamis, 4 Maret 2021 ditutup pada level (bid) Rp14.260 per dolar AS. Sedangkan Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,56%, DXY1 menguat ke level 91,63, dan Yield UST (US Treasury) Note2 10 tahun naik  ke level 1,564% .

“Sedangkan pada hari Jumat (05/03/2021) Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.260 per dolar AS dan Yield SBN 10 tahun naik ke level 6,60%,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyampaikan hasil pencermatan  kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19.

Sedangkan aliran yang masuk minggu I Maret 2021 bBerdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp1,56 triliun. Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke 76,05 bps per 4 Maret 2021 dari 77,4 bps per 26 Februari 2021.

“Berdasarkan data transaksi 1-4 Maret 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,40 triliun, dengan jual neto di pasar SBN sebesar Rp1,00 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,60 triliun,” kata Erwin.

Bank Indonesia juga mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 tetap terkendali, dan diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy).

Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas, ikan kembung, tomat dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

“Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain komoditas cabai merah sebesar -0,03% (mtm) dan emas perhiasan sebesar -0,02% (mtm),” kata Erwin.

Disebutkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *