Modus Rehan dan Wahyu Begal Mobil di Samarinda Ngaku Polisi Cek Izin Travel

Tersangka Wahyu saat diwawancarai. Dia diketahui warga Karang Joang Balikpapan Utara (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wahyu (23) dan Rehan (31) dua tersangka begal mobil di Samarinda meringkuk di penjara Polsek Samarinda Ulu. Modusnya mengaku polisi yang menanyakan legalitas izin angkutan mobil travel antarkota.

Memuluskan aksinya, Wahyu dan Rehan melengkapi diri dengan pistol, borgol serta radio Handy Talky (HT) dan masker berlogo TNI-Polri. Perilakunya bergaya polisi agar korban Junira (32) percaya.

“Korban (Junira) baru pulang dari Melak (Kutai Barat) habis antar penumpang,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Fahrudi, ditemui usai konferensi pers di kantornya, Senin (25/10).

Menggunakan mobil Innova Hitam bernopol KT 1089 AE yang dirental dari Balikpapan, Wahyu beraksi bersama Rehan, dan lantas memepet mobil korban Junira. Junira lantas dibawa masuk ke dalam Innova.

“Pulang dari Melak, korban ini cuma punya uang Rp700 ribu. Tapi pelaku ini tidak mau. Bilang kami jauh-jauh dari Balikpapan cuma dikasih Rp700 ribu. Kami maunya Rp30 juta,” kata Fahrudi menirukan kata tersangka.

Pukuli Korban, Dua Begal Mobil di Samarinda Ditembak

Sempat membawa korban sambil menodongkan pistol dan melintas di kawasan simpang empat Lembuswana, korban Junira akhirnya diturunkan di Jalan Gamelan, kawasan komplek Prevab.

“Mobil korban Avanza putih dirampas pelaku. Oleh Wahyu dibawa ke Balikpapan. Rencananya mau dijual tapi belum sempat terjual,” ujar Fahrudi.

Dari penyelidikan kepolisian, di antaranya rekaman CCTV, tim gabungan Polsek Samarinda Ulu, Jantaras Polresta Samarinda, Polsek Samarinda Kota dan Polsek Sungai Pinang, meringkus Rehan (31) di kawasan Jalan Pangeran Antasari.

Sehari kemudian, bersama tim Jatanras Polda Kalimantan Timur, giliran Wahyu dibekuk di Balikpapan saat mengendarai mobil Honda Brio. Penangkapan Wahyu tidak berjalan mulus. Belakangan mobil Honda Brio yang digunakan Wahyu juga untuk aksi kejahatan lainnya seorang diri.

‘Wahyu sempat kami kejar mulai dari KM 3,5 Soekarno Hatta Balikpapan sampai masuk gang di kawasan Rapak. Keduanya kami berikan tindakan tegas terukur karena melawan petugas,” tegas Fahrudi.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Fahrudi menunjukkan barang bukti mobil Innova yang digunakan tersangka (Foto : Niaga Asia)

Selain borgol, pistol, dan radio HT, kepolisian juga mengamankan tiga mobil dari kasus itu. “Kami juga amankan barang bukti HP di antaranya berisi percakapan chat dari Wahyu dan Rehan,” ungkap Fahrudi.

“Jadi modus pelaku ini mengaku polisi, merampas mobil dan meminta uang. Itu tujuannya. Mobil dijual lantas untuk berfoya-foya. Kedua pelaku sama-sama eksekutor,” tegasnya lagi.

Wahyu, mengakui perbuatannya menodongkan pistol mainan kepada korban. Menurutnya, sejauh ini dari berbagai aksinya sudah meraup uang Rp5 juta. Dia pun punya cara untuk menjerat calon korbannya hingga masuk ke dalam mobil. Padahal tujuannya hanya untuk meminta uang tunai.

“Saya bilang ke korban soal izin mobil travel angkutan ilegal,” aku Wahyu.

“Jadi sebelum beraksi, tersangka ini memang melihat dan mengamati korban seorang diri mengendarai mobil tengah malam. Baru mereka beraksi,” sebut Fahrudi menegaskan.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: