aa
Bupati H Muharram.

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Bupati Berau H Muharram mengumpulkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menindaklanjuti hasil kunjungan yang dilakukan ke negara Jepang bersama Pemprov Kaltim.

Dalam pertemuan itu banyak hal yang dibahas untuk dituangkan dalam bentuk program kedepannya. Salah satunya adalah kerja sama dalam bidang tenaga kerja.

Muharram menyampaikan bahwa salah satu masalah yang dihadapi oleh rakyat Jepang saat ini adalah banyaknya  penduduk usia lanjut yang tidak produktif lagi memerlukan perawat, tapi tidak bisa mengisi sendiri, sehingga bisa diisi perawat dari Indonesia.

“Di Jepang 10% dari total penduduknya berusia 100 tahun atau lebih. Ini merupakan peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mengisi peluang kerja di sana seperti, perawat,” kata Muharram.

Lapangan kerja konstruksi juga terbuka untuk tenaga kerja Indonesia.”Tapi syarat bekerja di sana tentu harus bisa berbahasa Jepan.  Untuk itu bisa kita programkan dengan pelatihan berbahasa Jepang  melalui Dinas Pendidikan,” ujar Muharram.

Bersih sudah jadi budaya

Dalam urusan kebersihan, kata Muharram, budaya hidup bersih di Jepang  juga bisa diterapkan di Berau. Di Jepang urusan kebersihan bukan lagi  masalah tanggung tanggung jawab,  tapi  sudah jadi budaya seluruh masyarakatnya dan itu juga diikuti para pendatang.

“Kebersihan ini bisa kita tiru dan terapkan di sini. Dan ini harus mulai kita program kan untuk menjadikan budaya bersih ini bisa dijalankan oleh masyarakat,” tegasnya.

Muharram mengatakan, di Jepang kendaraan yang banyak atau mendominasi bukan kendaraan pribadi, tapi  angkutan umum (publik), sebagian masyarakat pun menggunakan sepeda, sehingga udara bersih.

“Meskipun di Berau lalu lintas belum terlalu padat, tapi harus sudah mulai disusun  perencanaan transportasi kedepannya,” pungkasnya. (hms5/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *