Mulai April, Harga Air Perumda Tirta Taka Nunukan Naik

Salah satu embung yang dioperasikan Perumda Air Minum Tirta Tara Nunukan untuk bahan baku air bersih.  (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taka Nunukan, mulai April 2022 menaikkan harga air bervariasi kepada pelanggan. Pemakaian air antara 0-10m3, harga yang harus dibayar pelanggan Rp68.920 atau Rp6.892/m3. Dibandingkan harga sebelumnya Rp6.300/m3 ada kenaikan Rp592/m3.

Kemudian, untuk pemakaian air antara 11-20m3, harga baru Rp144.000 atau rata-rata Rp7.200/3. Untuk pemakaian air 21m3 lebih, pelanggan membayar Rp296.760, atau harga rata-rata Rp9.892/m3.

“Harga baru air itu berlaku untuk pemakaian bulan April 2022 yang akan dibayar pelanggan pada bulan Mei,” kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Masdi pada Niaga.Asia, Rabu (30/03/2022).

Harga baru air tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor : 188.45/201/III/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Nunukan Nomor : 188.45/174/III/2019 tentang Penetapan Tarif Air Bersih Perumda Kabupaten Nunukan.

Sedangkan landasan hukum SK Bupati 188.45/201/III/2022 adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 21 Tahun 2022 Perubahan Atas Peraturan Mendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif  Air Minum, dan Surat Keputusan Gubernur Nomor 188.44/K.757/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah BUMD Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum Dalam Wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

“Penyesuaian harga air bersih sudah melalui pertimbangan dan kajian – kajian,” kata Masdi.

Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, yang sebelumnya bernama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terakhir kali menyesuaikan harga air bersih pada tahun 2019. Penyesuain harga air  tidak hanya di Kabupaten Nunukan, tari di semua Perumda di seluruh Indonesia, atau di 489 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum.

“Sebenarnya tahun 2020, harga air sudah bisa dinaikkan, tapi di Nunukan baru diberlakukan tahun ini, karena perlu kajian dulu,” sebut Masdi.

Mulai Setor ke PAD

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Serfianus mengatakan Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan terus mengalami perbaikan manajemen. Dari penghasilan dari penjualan air bersih ke pelanggan, sebagian sudah bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk setoran ke kas daerah.

“Tahun 2022 ini Pemkab Nunukan menerima dividen Rp 562.377.799 dari  laba Perumda Tirta Taka  tahun 2021 sebesar Rp1,4 miliar,” ujarnya.

Keberhasilan Perumda Tirta Taka memberikan deviden adalah hal pertama sejak pemerintah daerah pada tahun-tahun sebelumnya menyuntikan dana untuk subsidi pemasangan jaringan yang mencapai Rp3 miliar.

Dengan membaiknya pengelolaan keuangan, Pemerintah Nunukan mulai tahun 2022 tidak lagi memberikan tambahan modal ke Perumda Tirta Taka, karena biaya operasional pelayanan air bersih sudah dari kasnya sendiri.

“Kita tawarkan bantuan subsidi, tapi Perumda menolak, katanya sudah banyak bantuan dari pusat. Itulah hebat Perumda pintar cari sendiri bantuan,” beber Serfianus.

Perumda Tirta Taka berangkat dari zaman susah yang terus mengalami rugi, namun berkat kerja keras perluasan jaringan, pelayanan semakin baik hingga mampu melayani 16.868 pelanggan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Perumda Tirta Taka menyiapkan 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yakni, Ipa pasir putih, Ipa Sei Bilal, Ipa Persemaian, Ipa Serabu, Ipa Tulin Onsoi, Ipa lapri, Ipa Mamolo, Ipa Binusan dan Ipa Pagatason.

“Bahan baku air bersih Nunukan mengandalkan embung, makanya kita perlu banyak membangun embung untuk menampung air,” katanya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau 

Tag: