nacong
Nacong Ahmad

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sempat viral di media sosial (MedSos) paska kecelekaan Speedboat berpenumpang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perairan Sebatik (29/6/2018) lalu, nama Nacong Ahmad sebagai pemilik speedboat kembali menjadi trending topik perkara DPO narkotika jenis sabu-sabu.

Penggunan Facebook rame-rame mengomentari berita tersangka kecelakaan speedboat Sebatik Nacong ternyata DPO sabu-sabu sebanyak 5 bal (bungkus) tahun 2014 yang sempat kabur ke Tawau, Malaysia dan belakangan hari tersandung kasus berbeda.

Akun Facebook Dhino Vino dalam komentar grup Republik Demokrasi Sebatik menuliskan tanda tanya besar kinerja Polsek Sebatik, bila benar Nacong DPO 2014, kenapa bisa bangun rumah besar, bangun jalan, dan punya usaha speedboat. “Tanda tanya besar kinerja Polsek Sebatik, bila benar tersangkaa Nacong DPO 2014. DPO bisa bangun rumah, bangu jalan, punya usaha speed, kenapa bisa tidak diketahui,” ujarnya.

Tersangka Kecelakaan Speedboat, Nacong Ahmad Ternyata DPO Kasus Sabu

Komentar lainnya Fahry Ramadhan menuliskan apakah gak dimakan rayap sudah berkasnya. Warga sebatik ini juga berkomentar macam negeri dongeng, aneh bin ajaib, empat tahun kenapa engga kasih genap 5 tahun mirip pilkada.

Status DPO perkara sabu Nacong telah dibenarkan pula oleh Kasat Resnarkoba Polres Nunukan AKP Muhammad Hasan dalam keterangan wawancara Jum’at (13/07/2018). Tersangka kecelakaan speedboat ini terancama 2 kejahatan berbeda.

Keterangan yang sama disampaikan pula anggota Polsek Sebatik, Bambang dalam komunikasi via telp Senin (16/7) mengakui benar Nacong adalah DPO sabu dan sempat kabur dikejar oleh anggota Polsek Sebatik bernama Abraham. “Saya tidak ikut mengejar Nacong, teman saya Abraham yang angkap perkara sabu itu, ada laporan perkara (LP) di Polres Nunukan,” tuturnya. Usaha mengorek keterangan Abraham belum berhasil, anggota Polisi yang kini bertugas di Polda Kaltara menonaktifkan atau memblokir panggilan telepon masuk.

Nacong bersama Bakkareng alias Bakka pembantu juragan speedboat dijadikan tersangka kecelakaan laut di Sebatik, kedua pelaku ini dianggap bersalah karena mengangkut penumpang secara illegal dari Tawau, Malaysia ke Sebatik.

Transportasi illegal yang menewaskan 8 orang meninggal dan 2 orang hilang belum ditemukan itu diduga bertabrakan dengan sebuah speedboat milik warga Malaysia yang sering beroperasi di perairan Sebatik pada malam hari. Selain Nacong dan Bakkareng, Polres Nunukan hingga hari ini masih mencari keberadaan Olong, juragan speedboat yag juga warga Sebatik ini masuk dalam daftar korban hilang belum diketemukan. (002)

 

 

 

Berita Terkait