Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Penambahan 51 kasus baru positif Covid-19 di Kalimantan Timur hari ini, menjadikan total kasus di Kalimantan Timur mencapai 6.100 kasus. Dengan begitu, rerata orang yang terpapar penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu juga semakin meningkat.

Sebaran 51 kasus baru itu, ada di Kutai Timur ada 5 kasus, kota Balikpapan 25 kasus, kota Bontang 2 kasus, serta kota Samarinda 19 kasus baru. Per Senin (14/9) kemarin, rata-rata ada 162 orang per 100 ribu penduduk di Kaltim terpapar Corona.

“Penambahan 51 kasus baru hari ini, menambah angka kenaikan kasus di Kaltim, menjadi 163 per 100 ribu penduduk. Ini angka yang sangat tinggi. Tentunya, kami juga berupaya terus menakan, dan diharapkan sejalan dengan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol Covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, Selasa (15/9).

Andi mewanti-wanti, agar masyarakat bisa memahami dan mewaspadai potensi penularan yang terjadi di lingkungan keluarga. “Mengingat penularan begitu meluas. Apalagi di lingkungan keluarga. Tentu kondisi tidak bisa dihindari, dan harus kita hadapi,” ujar Andi.

“Masyarakat diharap melapor kondisi kesehatan masing-masing di rumah, apabila ada yang sedang sakit. Ini sebagai antisipasi, agar kondisi pasien tidak semakin berat dan untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga,” tambah Andi.

Tiga kasus meninggal dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19, hari ini pun bertambah 3 kasus. Dimana, 2 kasus ada di Kutai Timur berkode KTM244 dan KTM245. Di Samarinda, adalah SMD1.338. Ketiga kasus memiliki Comorbid atau penyakit penyerta/bawaan.

“Dengan 3 kasus meninggal ini, menunjukkan kasus yang akhirnya setiap hari kita laporkan. Tentu, ini sangat tidak kita harapkan. Jangan menunggu kondisi memberat, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuh Andi.

Pun demikian untuk kasus sembuh dari Covid-19. Penambahan 85 kasus sembuh baru, menjadikan total kasus sembuh menjadi 3.856 kasus. “Meninggal dunia 245 kasus, dan yang masih dirawat 1.999 kasus,” pungkas Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *