Nasib Pendidikan 83 Anak Pengungsi di Penajam Ditentukan Besok

Pengecekan kondisi pengungsi di tempat sementara mess PKK Kabupaten PPU. (Foto : BPBD PPU)

PENAJAM.NIAGA.ASIA – BPBD kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama tim gabungan lainnya, terus menangani 328 pengungsi di mess kantor PKK PPU sampai hari ini. Tercatat, 83 orang pengungsi diantaranya merupakan usia anak sekolah.

Dari pendataan Dinas Pendidikan Kabupaten PPU, sebagian besar dari 83 anak itu, duduk di bangku SD-SMP. Namun demikian, belum diketahui kelanjutan pendidikan mereka selama di pengungsian.

“Soal kelanjutan pendidikan, baru Senin (21/10) besok, dibahas bersama dinas terkait,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, dikonfirmasi Minggu (20/10).

Nurlaila menerangkan, 328 jiwa pengungsi itu, berasal dari 87 kepala keluarga (KK). “Itu data terbaru dari pendataan kita per jam 16.30 sore ini tadi,” ujar Nurlaila.

Terkait demo berujung aksi pembakaran bangunan itu, Pemkab telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. “Terhitung dari hari kejadian Rabu, selama 14 hari kedepan sampai 30 Oktober,” tambah Nurlaila.

Saat ini memang, para pengungsi ditempatkan sementara di mess gedung PKK Kabupaten PPU. Namun demikian, ada rencana lain kedepan usai masa tanggap darurat berakhir, dengan menempatkan di bangunan rumah susun yang ada di PPU.

“Rencana, rumah susun itu sebagai tempat alternatif nanti setelah masa tanggap darurat,” sebut Nurlaila.

Di lapangan saat ini, selain BPBD PPU, tim lain terlibat pascaperistiwa itu antara lain TNI Polri, Dinsos PPU, Dinkes PPU, pemerintahan kecamatan dan kelurahan, serta relawan, dan juga BKO Brimob Polda Jatim, Kalteng dan Kalsel. Selain juga BKO dari Brimob Polda Kaltim.

“Untuk pos kesehatan, ada pos dari PMI, Dinas Kesehatan dan juga pos bakti sosial TNI Polri,” demikian Nurlaila. (006)