aa
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro berbicara dengan Nasruddin alias Anas yang sangat “licin” dalam urusan penyelundupan sabu dari Tawau ke Sidrap, lima kali diantaranya lolos. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Nasruddin alias Anas tersangka penylundup sabu 8 kilogram yang ditangkap anggota Resnarkoba Polres Nunukan, hari Sabtu (09/03/2019) di Kabupaten Sidrap menolak disebut sebagai kurir sabu atau orang yang membawa sabu dari Tawau ke Indonesia.

Anas berdalih hanya sebagai pengawas lokasi transkasi sabu dan tidak pernah membawa sabu dari Malaysia masuk ke wilayah Sidrap Indonesia. Meski begitu, Anas membenarkan menerima upah dari pekerjaan itu puluhan juta tiap transaksi.“Apapun tugas Anas, dia tetap terlibat dalam jaringan narkotika di Indonesia,” kata Kapores Nunukan AKBP Teguh Triwantoro.

Peran Anas dalam peredaran sabu dari Tawau ke Sidrap bisa dikatakan cukup sentral, karena dia bersama rekannya Nasruddin yang mengambil barang dari bandar di Kalabakan, Tawau. Meskti tidak memegang barang, Anas tetap terlibat dalam transaksi peredaran.

Warga Indonesia yang berdomisili di Tawau ini diketahui berulang kali berhasil meloloskan sabu ke Sidrap. Tersangka mengaku setidaknya sudah melakukan  5 kali transaksi sabu dalam jumlah cukup  besar. “Pengakuan tersangka, pernah meloloskan sabu ke Sidrap 5 kali dengan jumlah barang 2 Kg, 3 Kg, 5 Kg, 6 Kg dan terakhir 8 Kg, total semuanya 24 kg,” ujar Kapolres.

Dari hasil pekerjaan itu, Anas menerima upah sebanyak 40 juta, uang itu dibagi dengan para kurir sabu yang ditugaskan membawa sabu ke lokasi tujuan, tersangka hanya menerima upah sekitar antara Rp 10 sampai 20 juta tiap perkilogram barang.

Penghasilan Anas dalam pekerjaan ini tergolongan sangat besar, jika tiap 1 kilogram mendapatkan Rp 10 juta, maka tersangka telah menikmati hasil peredaran sabu sebanyak Rp 240 juta.“Anehnya, waktu ditanya dipakai buat apa duitnya, pelaku malah bingung duitnya habis entah kemana,” sebutnya. Kapolres memastikan, sabu 8 kilo asli dengan kualias super bukan barang fek atau kaleng-kaleng palsu, kepastian ini telah dibuktikan hasil hasil pemeriksaan tim reskoba Polres Nunukan dan tentunya dari ciri-ciri barang.

Sementara Kasat Resnarkotika Polres Nunukan, AKP Hasan Setia Budi menyebut Anas sehari-harinya bekerja sebagai tukang las di Tawau. Anas tertangkap tangan saat sedang melakukan transaksi sabu dengan rekannya bernama Baharuddin warga Kabupaten Sidrap.

Dari hasil penyelidikan awal, Anas diketahui menghubungi seorang wanita yang isinya percakapan soal sabu, namun penyidik belum bisa memastikan apakah ada keterlibataan orang itu dalam transaksi ini. “Bukti chat komunikasi di Hp ada, tapi belum ada bukti kuat menyatakan keterlibatan wanita itu,” tambahnya.

Anas diberikan tindakan tegas dengan tembakan timah panas yang mengenai kaki bagian kanan. Pelaku harus diberikan efek jera karena berulang-ulang melakukan kejahatan peredaran sabu, apalagi dalam jumlah cukup besar.

Pelaku bersama 3 temannya diamankan di sel Polres Nunukan guna menyidikan lebih lanjut, pelaku diancam pidana berat yang jika memungkinkan hukuman maksimal Undang-Undang Narkotika. “Peran anas sentral ya, dia penerima sabu dari bandar Kalabakan, Tawau dan dia juga menyerahkan sabu ke rukir sabu di Sidrap,” tutup Hasan. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *