aa

Kondisi Nazwa Dafina  setelah kanker tulang menyerangnya dan kini menjalani pengobatan kemoterapi di RS Unhas Makassar. (Foto Pribadi)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Kecerian Nazwa Dafina remaja berusia 12 tahun sirna paska tim dokter Rumah Sakit Makassar memvonis pelajar kelas V sekolah dasar Nunukan ini menderita kanker tulang/osteosarcoma pada bagian tulang paha kanan.

Anak yatim piatu yang tinggal bersama saudara kandung perempuannya bernama Indri Sepriyanti Pratama ini hanya mengandalkan gaji dari penghasilan sebagai staf honorer di kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Nunukan.

Sebagai anak tertua dari 3 bersaudara, Indri telah merusaha menjaga dan mengobati sakit yang diderita adiknya, namun apalah daya, gaji honorer tidaklah mampu menanggung semua kebutuhan pengobatan, meski tetap dibantu kartu BPJS.

“Ibu saya meninggal dan ayah saya baru 1 tahun meninggal, saya bersama adik-adik Nazua Dafina dan Resta Anelka tinggal dirumah dinas bekas kakek saya,” kata Indri, Minggu (14/07/2019).

Bantuan bisa disalur melalui: https://www.kitabisa.com/bantunazuwasembuh?utm_source=whatsapp&utm_medium=socialshar

Terhitung sejak Maret 2019, adik bungsunya Nazwa Dafina sakit dan mengalami pembengkakan dibagian paha. “Awalnya kami mengira keseleo salah urat, karena tidak tidak membaik, Nazua dibawa ke Puskesmas Nunukan,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, kata Indri, menyebutkan tidak terjadi malah serius, namun setelah beberapa hari, pembengkakan tidak kunjung membaik dan dia kembali Puskesmas. Puskemas meujuk Nawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk  menjalani pemeriksaan di rontgen oleh dokter ahli tulang dan bagian dalam.

aa
Kondisi Nazwa sebelum kanker tulang mengganas di kakinya. (Foto Pribadi)

Dari keterangan dokter dan pemeriksaan rontgen, Nazwa divonis mengidap gejala osteosarcoma, hal ini diperkuat dari pengakuaan Nazwa yang sering mengeluh pegal-pegal pada kaki. Rasa pegal semakin menjadi saat kaki Nazwa terbentur meja sekolah hingga bengkak.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak RSUD Nunukan merekomendasikan pasien dirujuk ke RS Unhas Makassar, disana Nazwa menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan dari rontgen, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Biopsi.

“Cacatan medis dokter menyatakan, Nazwa menderita kanker tulang, disitulah saya merasa sedih dan rasanya dunia berputar sangat kencang,” tutur Indri.

Dalam kondisi serba kebingungan, Indri mengaku bertanya kepada dokter apakah ada cara penyembuhan dan apa yang harus dilakukan saat ini. “Dokter bilang pilihannya hanya dua, kaki Nazwa diamputasi atau menjalani kemoteraphi. Pilihan kemo inilah yang kini dijalani Nazwa,” ucapnya.

Dengan segala upaya dan keberbatasan biaya, Indri membiayai pengobatan Nazwa menggunakan baik dari bantuan keluarga dan teman-teman orangtua maupun dukungan kesehatan BPJS, namun semua itu belum cukup karena perlu biaya tambahan untuk operasi yang tidak sedikit.

“Selama di RS Makassar, saya bolak balik pulang pergi, kadang naik taksi online dari rumah sewa, situlah biaya tidak terasa,” katanya.

Nazwa menjalani perawatan kemoterapi dan terkadang kondisinya drop setelah menjalani  kemoterapi hingga memerlukan rawat inap 5 sampai 7 hari untuk mendapatkan transfusi darah Packed Red Cell (PRC) dan Thrombocyte Concentrates (TC), suntikan leukogen serta obat-obatan.

Untuk pengobatan ini, Nazwa memerlukan biaya penunjang perawatan seperti popok, tissue, susu, makanan dan obat-obatan yang tidak tercover BPJS, ada  mendapat bantuan keluarga dari almarhum orangtuanya, hanya saja kebutuhan biaya belumlah tercukupi.

“Saya posting foto dan keterangan sakit Nazua di facebook, semoga ada donator dan dermawan menyisihkan rezekinya untuk pengobatan adik kami,” ungkapnya. (002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *