Negara Sekutu Kembali Beri Bantuan Senjata ke Ukraina

Pasukan Ukraina memeriksa lokasi setelah serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, Sabtu, 26 Februari 2022. (AP Photo/Vadim Ghirda)

TOKYO.NIAGA.ASIA — Amerika Serikat kembali meningkatkan bantuan ke Ukraina di saat pertempuran di basis pertahanan Ukraina timur terus berlangsung. Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan Rusia masih memiliki persenjataan yang jauh lebih banyak dari Ukraina, tetapi itu tidak menjamin kemenangan.

Pasukan Rusia telah menyerang dan mengepung Kota Severodonetsk selama beberapa pekan. Pengeboman yang dilakukan terus-menerus menyebabkan kerusakan yang meluas di kota tersebut. Penilaian terbaru AS atas pertempuran mengindikasikan bahwa pasukan Ukraina tidak menyerah.

Mark Milley mengatakan saat ini sepertiga Kota Severodonetsk mungkin telah direbut pasukan Rusia. Namun, pasukan Ukraina tetap memberikan perlawanan di tiap jalan, rumah, dan pertempuran tersebut belum selesai.

“Pemimpin Ukraina mengatakan memerlukan senjata jarak jauh guna menghalau serangan Rusia,” tulis laporan NHK, Kamis.

Pejabat AS meresponsnya dengan kembali menambah bantuan militer senilai 1 miliar dolar, termasuk meriam howitzer, kendaraan taktis, dan amunisi untuk sistem roket. Negara-negara sekutu juga sepakat untuk mengirimkan pelontar roket, artileri, dan persenjataan lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan berjuang tiap hari agar pasukannya bisa mendapatkan senjata yang diperlukan. Ia secara pribadi berterima kasih atas dukungan dari presiden AS.

“Sementara itu Rusia mengatakan perang proksi yang dilakukan negara-negara Barat hanya akan makin menyebabkan pertumpahan darah,” demikian laporan NHK

Dalam perkembangan lainnya, media Prancis melaporkan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Italia tengah berada di ibu kota Ukraina, Kyiv. Laporan itu menyatakan para pemimpin tersebut datang dengan kereta api dari Polandia dan dijadwalkan akan bertemu Presiden Zelenskyy.

Sumber : Kantor Berita NHK | Editor : Saud Rosadi

Tag: