Lokasi kejadian Muhammad Farhan tenggelam di Sungai Karang Mumus (foto : HO/Basarnas)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – M Farhan (13), ditemukan tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM), di Samarinda, jelang tengah hari tadi. Sebelumnya, dia nekat melompat berenang di SKM, bersama teman-teman sekolahnya. Diduga, Farhan tidak bisa berenang.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.00 Wita pagi tadi. Korban datang ke pinggir SKM di Jalan Tarmidi, bersama 8 temannya, bawah Jembatan yang menghubungkan Jalan KH Ahmad Dahlan – Jalan Lambung Mangkurat.

“Mereka ini mau mandi bersama di SKM,” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda AKP Aldi Alfa, ditemui Selasa (10/12).

Ketika hendak lompat ke SKM, mereka lebih dulu pergi pergi ke jamban berganti pakaian, kemudian akhirnya melompat ke sungai. Termasuk korban, meski sudah diperingatkan temannya tidak ikut berenang.

“Teman-teman korban selamat. Dari keterangan teman-teman korban itu, korban seperti tidak bisa berenang. Kemudian meminta tolong ke temannya, dan sempat muncul ke permukaan,” ujar Aldi.

“Teman korban berupaya membantu, dengan memberikan jeriken. Tapi, jeriken itu lepas, korban tenggelam lagi. Sempat muncul ke permukaan lagi. Tapi, karena tidak bisa berenang, kemudian tenggelam lagi,” tambahnya.

Saat kejadian, sungai sedang beranjak pasang, sehingga arus lumayan kuat. “Yang bersangkutan, mungkin tidak bisa berenang. Tapi, kami masih mendalami informasi itu, karena saksi masih kami periksa,” sebut Aldi.

Tim SAR gabungan, diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Sekira pukul 11.30 Wita, korban ditemukan mengambang di sungai. “Jarak lokasi penemuan tidak terlalu jauh,” terang Aldi.

Sementara, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kaltim Kaltara Octavianto menerangkan, usai korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR gabungan mengevakuasinya ke RSUD AW Syachranie. Dengan begitu, operasi SAR gabungan berakhir. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *