Tersangka Zulkifli dengan luka tembak di kaki kanannya (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Salimah (27), ibu rumah tangga warga Muang Ilir RT 26, Samarinda, Kalimantan Timur, jadi korban perampokan Zulkifli (32), tidak lain tetangganya sendiri. Kurang dari 1 jam Zulkifli dibekuk, dan timah panas bersarang di kakinya lantaran nekat kabur.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.00 Wita pagi tadi. Salimah tengah seorang diri di rumahnya, lantaran suaminya berangkat bekerja. Belakangan, rumahnya dimasuki orang tidak dikenal.

“Pelaku ini, bisa masuk dari pintu depan tidak dikunci,” kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Ipda Fahrudi, di kantornya, Rabu (25/9).

Berbekal pisau yang ditosongkan ke lehernya dengan ancaman akan dibunuh, Salimah tidak berkutik. Perhiasannya seperti anting 1 gram dan kalung emas 4 gram, dibawa pelaku. Tidak hanya itu saja, korban kemudian diseret ke kamar, ke dapur dan kembali ke kamar.

“Pelaku minta uang tunai kepada korban. Tapi, korban bilang tidak ada karena dibawa suaminya. Setelah menelungkupkan korban, pelaku ini kemudian kabur,” ujar Fahrudi.

Barang bukti belati dan perhiasan (foto : Niaga Asia)

Kejadian itu lantas sampai ke polisi. Tim Reskrim Polsek Sungai Pinang, bergegas ke lokasi dan menangkap pelaku kurang dari 1 jam kemudian. Diperoleh keterangan, pelaku mengenakan penutup wajah dari baju. “Dari keterangan korban, dia mengenali kedua mata pelaku, dan suaranya. Tidak lain adalah tetangganya sendiri, yang tinggal berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya,” ungkap Fahrudi.

Fahrudi yang lagi berada di rumahnya, dibuat tidak berkutik setelah diinterogasi. Dia mengakui perbuatannya. “Barang bukti ada dengan dia. Perhiasan disimpan di bawah tempat tidur, belati di bawah pintu rumah dan HP korban dihancur, kemudian dibuang ke kloset,” terang Fahrudi.

“Begitu kita mau masukkan ke mobil, dia sempat mau kabur. Terpaksa kita lakukan tindakan tegas, dengan melumpuhkan kaki pelaku,” jelas Fahrudi.

Sementara, Zulkifli diketahui residivis kasus pembunuhan. Dia mengaku terdesak karena keperluan. “Kalau tidak ketahuan, uangnya mau saya belikan susu anak Pak. Iya, tapi nggak jadi,” kilah Zulkifli, sambil menitikkan air mata. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *