Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwitjahyono.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Struktur ekonomi Kalimantan Timur perlahan mulai berubah dari yang semula dominan minyak dan gas (migas) kini nonmigas yang berperan, bahkan nilai ekspor nonmigas Kaltim pada bulan Agustus 2020, lebih kurang  93,14 persen atau 645,12 juta USD, sedangkan nilai ekspor migas tinggal lebih kurang 6,86 persen atau 61,53 juta USD dari total ekspor Kaltim 897,91 juta USD.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim yang disampaikan Kepala BPS Kaltim, Anggo Dwitjayono secara virtual, Kamis (01/10/2020).

“Ada lima komoditi nonmigas  Kaltim yang nilai ekspornya naik di bulan Agustus 2020 dibandingkan bulan Juli 2020,” sambungnya.

Kelima komoditi nonmigas yang nilai ekspornya naik diI bulan Agustus itu adalah, Pertama; ekspor lemak hewani/nabati dan olahannya nilainya 107, 24 juta USD atau naik 34,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Juli. Kedua; pupuk dan bahan kimia anorganik 58,12 juta USD atau naik 8,08 peren.

Ketiga; barang dari besi atau baja senilai 6,11 juta USD, naik 8,259 persen dibadingkan bulan Juli yang hanya 0,07 juta USD. Keempat; ekspor kapal, perahu, dan struktur terapung senilai 4,15 juta USD atau naik 347,47 persen, dan kelima; aneka produk kimia senilai 2 juta USD, atau mengalami kenaikan 3,78 persen dibandingkan bulan Juli.

Sumber: BPS Kaltim

“Sedangkan komoditi ekspor nonmigas yang mengalami penurunan nilai ekspornya di bulan Agustus dibandingkan bulan Juli, antara lain; ikan dan hewan air lainnya 1,62 juta USD, turun 8,01 persen, bahan kimia organik 2 juta USD (-36,94 persen), kayu dan barang dari kayu 7,46 juta USD turun 6,40 persen,” ungkap Dwi, panggilan akrab Anggoro Dwitjahyono.

Sepuluh negara tujuan utama  ekspor non migas di bulan Agustus adalah India, Tiongkok, Philipina, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Total nilai ekspor Kaltim ke 10 negara tersebut 814,10 juta US$, sisanya 58,90 juta US$ ke negara lain.

Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur periode Januari – Agustus 2020 mencapai US$ 8,61 miliar atau turun 21,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Dari seluruh ekspor periode Januari – Agustus 2020, peranan ekspor barang migas mencapai 6,85 persen sedangkan peranan ekspor barang non migas mencapai 93,15 persen.

Meski terjadi penurunan nilai ekspor Kaltim di bulan Agustus, tapi secara nasional, Kaltim masih berada diurutan tiga besar penyumbang devisa, dibawah Jawa barat dan Jawa Timur. Kontribusi nilai ekspor Kaltim bersama Jabar dan Jatim mencapai 37,67 persen dari seluruh ekspor nasional. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *