kapal
Kapal Tanker pengangkut minyak impor.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Nilai impor Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2018 naik 72,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Nilai impor Januari-Maret 2018 mencapai 1,08 miliar USD. Barang impor yang dominan adalah migas yakni 0,79 miliar USD sedangkan non migas 0,29 miliar USD.

Demikian dilaporkan BPS (Badan Pusat Statistik) Kalimantan Timur tentang perkembangan ekspor dan impor Provinsi Kalimantan Timur bulan Maret 2018, seperti dirilis Kepala BPS Kaltim, Adqo Mardiyanto.            Secara kumulatif neraca perdagangan Kaltim Januari-Maret 2018 surplus sebesar 3,49 miliar USD, angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 yang surplus 3,68 miliar USD.

Khusus di bulan Maret 2018, BPS menyebut neraca perdagangan Kaltim tetap menunjukkan trend positif, dimana ekspor surplus sebesar 1,29 miliar USD, mengalami peningkatan dibandingkan bulan Pebruari yang surplus pada angka 1,04 miliar USD.

kpu

Menurut BPS, impor migas Januari-Maret 2018 terdiri dari minyak mentah sebesar 605,17 juta USD dan hasil minyak 174,49 juta USD, dan gas senilai 14,97 juta USD. Migas yang diimpor ke Kaltim berasal dari Nigeria, Libya, Turki, Malaysia, dan Korea Selatan. “Total nilai impor dari kelima negara itu 596,80 juta USD, sisanya sebesar 197,83 juta USD dari berbagai negara lain,” kata Mardiyanto.

Diterangkan pula, impor non migas Kaltim senilai 285,16 juta USD atau 0,29 miliar USD dari Januari-Maret 2018  berasal dari 10 negara. Lima negara paling dominan yakni, Singapura (34,24 juta USD), Malaysia (24,42 USD), Tiongkok 59,60 juta USD, Jepang 24,49 juta USD, dan Australia 30,72 juta USD. “Lima negara lainnya yang juga menonjol ekspornya ke Kaltim adalah American Samoa, Jerman, Swedia, Austria,  dan Prancis,” terang BPS. (001)

Berita Terkait