Nilai Transaksi Jualan Sabu Rp 100 juta, Pembelinya Termasuk Pelajar

Barang bukti sabu dan pelaku yang diamankan BNNP Kaltim, Rabu (8/5) (foto : handout/BNNP Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – BNN Provinsi Kalimantan Timur, kembali mengamankan tidak kurang 90 orang pembeli sabu, di kawasan Jalan Belatuk VII, Temindung Permai, Samarinda. Nilai transaksi jual beli barang haram itu diperkirakan sampai Rp 100 juta.

Penangkapan dilakukan Rabu (8/5) malam kemarin, sampai pukul 02.00 WITA dini hari tadi. Padahal, siang harinya, lokasi yang sama digerebek BNN, dan menyita 590 poket sabu siap edar, serta mengamankan 13 orang pengedar, pembeli hingga mata-mata bisnis haram itu.

“Mereka (90-an pembeli) yang kita tangkap, tidak tahu kalau lokasi itu, sudah kita lakukan penindakan siang hari sebelumnya,” kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon, Kamis (9/5).

Tampubolon menerangkan, para pembeli barang haram itu, tidak membeli tangan kosong. Mereka bahkan mempersiapkan peralatan buat menyabu seperti pipet hingga korek api.

“Ada pelajar SMP, SMK, juga ada dari Muara Badak (di Kutai Kartanegara). Aktivitas mereka ini sangat mengganggu warga. Kalau mereka membeli paket hemat sabu Rp 100 saja, dikalikan 90an pembeli, nilai transaksi bisa ratusan juta,” ujar Tampubolon.

Tampubolon memastikan, lokasi yang pernah ditindak oleh timnya bersama BNNK Samarinda, akan terus dimonitoring. “Bagi kami, selesai kami tindak, kami biarkan begitu saja. Tidak. Kami terus mengawasi, terus memantau,” demikian Tampubolon. (006)