Noval Asfihani Satu-satunya Nama di Bursa Ketua Kadin Balikpapan

Panitia memastikan seluruh tahapan Musyawarah Kota Kadin Balikpapan berjalan sesuai aturan organisasi menjelang forum pemilihan ketua pada 8 April 2026. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA — Tahapan penjaringan calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan untuk masa bakti 2026–2030 resmi berakhir dengan hanya satu figur yang memastikan diri maju ke forum Musyawarah Kota (Muskot) XII.

Kondisi ini membuat agenda pemilihan kepemimpinan organisasi pengusaha itu mengerucut pada satu nama yang akan dibawa ke sidang pleno pemegang hak suara.

Ketua Steering Committee (SC) Muskot Kadin Balikpapan, Andy Mutawally, menjelaskan hingga batas akhir penyerahan dokumen pada Senin 30 Maret 2026 pukul 16.00 Wita, panitia hanya menerima satu berkas pencalonan yang dinyatakan lengkap secara administratif.

Berkas itu diajukan atas nama Noval Asfihani, melalui tim pemenangan yang diwakili Kevin Adrian Aelrindo. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh persyaratan disebut telah memenuhi ketentuan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin.

“Sejak tahapan dibuka pada 22 Maret hingga penutupan, hanya satu bakal calon yang menyerahkan dokumen resmi. Seluruh persyaratan sudah diverifikasi dan dinyatakan sesuai aturan,” kata Andy, Rabu 1 April 2026.

Dia menegaskan, seluruh proses pencalonan dilakukan terbuka dan mengikuti mekanisme organisasi. Meskipun sempat muncul komunikasi dari sejumlah pihak yang menunjukkan minat untuk ikut bertarung, hingga tenggat waktu berakhir tidak ada tambahan berkas yang masuk ke meja panitia.

Dengan demikian, nama Noval Asfihani dipastikan menjadi calon tunggal yang akan dibawa ke forum Muskot pada 8 April 2026 nanti, untuk memperoleh persetujuan peserta yang memiliki hak suara.

Menurut Andy, forum musyawarah nantinya tetap menjadi penentu sah atau tidaknya kepemimpinan baru melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

“Keputusan akhir tetap berada di forum Muskot, karena peserta yang memiliki hak suara akan menentukan penetapan ketua terpilih,” ujarnya.

Selain tahapan pencalonan, panitia juga telah merampungkan registrasi peserta. Sekitar 60 anggota sebelumnya telah melakukan daftar ulang, dengan syarat utama memiliki Kartu Tanda Anggota aktif dan memenuhi ketentuan administratif lainnya.

Panitia juga menekankan bahwa calon ketua wajib memiliki rekam jejak organisasi yang jelas, termasuk kepemilikan KTA aktif minimal dua tahun berturut-turut serta pengalaman sebagai pengurus di lingkungan Kadin.

“Kami ingin kepemimpinan organisasi dipegang figur yang memahami dinamika internal dan memiliki pengalaman membangun jaringan usaha,” terang Andy.

Sementara itu, calon tunggal Ketua Kadin Balikpapan, Noval Asfihani, menyatakan kesiapan membawa organisasi lebih aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah perubahan besar akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, posisi Balikpapan sebagai daerah penyangga utama IKN, harus dimanfaatkan agar pelaku usaha lokal tidak sekadar menjadi penonton dalam arus investasi dan pembangunan kawasan.

“Kadin harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pertumbuhan ekonomi daerah. Momentum IKN memberi peluang besar yang harus bisa diakses pelaku usaha lokal,” ujar Noval.

Dia juga menilai organisasi pengusaha perlu memperkuat hubungan dengan asosiasi sektor usaha agar setiap persoalan di lapangan dapat terpetakan lebih akurat.

Dengan cara itu, Kadin diharapkan mampu menjadi ruang perjuangan bersama bagi dunia usaha dari berbagai skala, termasuk usaha kecil dan menengah.

“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan asosiasi karena mereka memahami kondisi riil tiap sektor. Kadin harus mampu memperjuangkan kepentingan itu,” katanya.

Noval menambahkan, arah kepemimpinan ke depan tidak akan memutus program yang sudah berjalan, melainkan memperkuat kesinambungan kerja organisasi dan memperluas sinergi dengan pemerintah daerah.

Di sisi lain, panitia pelaksana Muskot XII memastikan kesiapan forum telah memasuki tahap akhir setelah jumlah peserta terdaftar memenuhi syarat kuorum.

Ketua Organizing Committee (OC) Muskot XII Kadin Balikpapan, Soegianto, menyebut total peserta yang memiliki hak suara mencapai 109 orang dari sekitar 180 anggota aktif organisasi.

Jumlah tersebut terdiri atas 85 peserta penuh, lima anggota luar biasa, 15 unsur dewan penasihat, serta empat peserta dari dewan pertimbangan.

“Secara jumlah, syarat kuorum sudah terpenuhi sehingga forum dapat dilaksanakan sesuai agenda,” ujar Soegianto usai penutupan registrasi peserta pada Selasa, 31 Maret 2026.

Ia melihat tingginya partisipasi anggota sebagai indikator bahwa pelaku usaha di Balikpapan menaruh perhatian besar terhadap arah organisasi beberapa tahun ke depan.

Menurut dia, keterlibatan langsung anggota menjadi penting karena Muskot tahun ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum menentukan strategi organisasi menghadapi perubahan ekonomi regional.

Pelaksanaan Muskot dijadwalkan berlangsung di Royal Mahligai, kawasan Grand City, Balikpapan Utara, dan akan dihadiri unsur Kadin Kalimantan Timur, pemerintah kota, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Bagi Kadin Balikpapan, forum tersebut juga diproyeksikan sebagai ruang konsolidasi dunia usaha agar mampu mengambil posisi lebih kuat dalam mendukung pembangunan wilayah penyangga IKN.

“Kami ingin Kadin menjadi jembatan yang efektif bagi pelaku usaha agar kontribusinya terhadap pembangunan daerah semakin nyata,” kata Soegianto.

Ia juga menilai penguatan kolaborasi internal perlu diperluas, terutama untuk mendorong pelaku usaha kecil dan menengah agar lebih terintegrasi dalam jaringan ekonomi yang lebih besar.

Sekretaris OC Muskot XII, Halim Wardhana, menambahkan bahwa panitia kini fokus menyelesaikan detail teknis agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib.

“Kami berharap seluruh proses berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi maupun dunia usaha Balikpapan,” ujarnya.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: