Misdi: Produksi air bersih sangat tergantung pada ketersedian air di embung. (Foto Budianshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA- Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, Masdi minta masyarakat tidak menghujat PDAM Nunukan saat terjadi krisis air bersih, karena lebih baik sama-sama berdoa minta ke Tuhan turun hujan, embung terisi air, dan PDAM bisa memproduksi air bersih.

“Kami terima hujatan masyarakat, kami tetap bekerja sesuai kemampuan air dan tetap memberikan pelayanan terbaik, mesti tidak dipandang sebagai subuah kebaikan,” kata Masdi, Rabu (19/2/2020).

PDAM, lanjutnya, memahani luapan emosi masyarakat saat terhentinya suplai air, kekecewan pelanggan adalah hal wajar, namun tetaplah dalam batasan normal, jangan sampai saling memaki dan menghujat di media sosial.

Menurut Masdi, untuk meningkatkan pelayanan air bersih, PDAM telah berupa mengeruk kedalaman embung di Sei Bilal dan Bolong. Selain itu, pemerintah juga menambahkan penampungan air dibeberapa di wilayah Sei Fatimah dan Sei Limau.

Embung air di Sei Fatimah diperuntukan untuk membantu pelanggan di Sei Bilal dan suplai air bersih untuk RSUD Nunukan, sedangkan penampung di Sei Limau diarahkan untuk pelanggan di Sedadap dan Mamolo.

“Kita maksimalkan pelayanan tampungan air, tapi kembali lagi semua tetap kembali kepada kuasa tuhan memberi hujan untuk bahan baku,” ungkap Masdi.

Masdi meminta, pelangggan dan masyarakat memahami keadaan dan tetap berdoa jangan saling menyalahkan siapa dalam persoalan ini, kosongnya embung diluar kuasa manusia, kita tidak mungkin lagi berhadap dengan sungai-sungai yang mengalir ke embung. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *