Oknum Tukang Parkir Dibekuk Curi Kotak Suara KPU

ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Ingin mencari tambahan uang makan, dua oknum tukang parkir di Stadion Utama Segiri Samarinda dibekuk Polisi sebab, keduanya melakukan perbuatan melanggar hukum, yakni membongkar gudang penyimpanan kotak dan bilik suara milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) Samarinda di gudang Pemkot Samarinda di Stadion Segiri. Keduanya berasalan mengambil 18 kotak dan bilik suara  tersebut sudah rusak.

Akibat perbuatannya itu, kini  Taryudin (32) dan Asmadi (45), warga Sungai Pinang Luar harus berurusan dengan Polisi di Polsek Samarinda Ilir. “Parkir sepi, padahal kami perlu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Taryudin dan Asmad saat diperiksa Polisi, Kamis (1/3).

Menurut Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Chandra Himawan, kedua tukang parkir itu mengambil kotak dan bilik suara pada Rabu sore (21/2) lalu. Kotak-kotak dan bilik suara sebanyak 18 buah dilipat-lipat kemudian dimasukkan ke dalam karung, selanjutnya dijual ke tempat penjualan besi tua. “Keduanya menjual barang curian itu Rp175 ribu, uangnya mereka bagi dua,” kata Chandra.

Modus keduanya mengambil kotak dan bilik suara dari dalam gudang dengan cara mengait dengan kayu dari luar gudang. Keduanya tersangkan yang kini mendekam dalam sel tahanan disangka melanggar Pasal 363 tentang pencurian.

Sementara Asmadi dalam keterangannya ke penyidik mengaku tidak mengetahui jika barang yang diambilnya masih bisa dipakai KPU dan membantah jumlah barang yang diambilnya sebanyak yang dilaporkan KPU sebanyak 200 kotak. “Kami cuma mengambil 18 kotak,” katanya.

Sedangkan Komisioner KPU Kota Samarinda, Imam Ardiansyah mengatakan, hilangnya sejumlah kotak suara tidak akan menganggu persiapan Pilgub Kaltim sebab, kotak dan bilik suara yang hilang adalah barang yang sudah rusak dan tak bisa lagi digunakan. “Gudang di Stadion Segiri itu memang menyimpan barang bekas KPU,” katanya. (*)