
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Akses layanan kesehatan bagi anak-anak dengan celah bibir dan langit-langit kembali diperluas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan program operasi gratis yang menyasar puluhan anak dari berbagai daerah, sebagai bagian dari misi kemanusiaan berkelanjutan.
Mengusung semangat “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim”, program yang telah memasuki tahun keempat ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Balikpapan pada 2026.
Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan dalam pelaksanaan tindakan medis itu.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Skylounge Hotel Platinum Balikpapan, Rabu 14 Januari 2026 malam, dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, unsur kesehatan, tokoh agama, serta perwakilan Baznas dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.
Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan menjelaskan, operasi celah bibir dan langit-langit merupakan salah satu fokus utama program kemanusiaan Baznas, selain sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta advokasi dan dakwah.
Sejak dimulai pada 2022, jumlah penerima manfaat terus meningkat setiap tahun.
“Awalnya 20 anak, lalu naik menjadi 40 anak di 2023 dan 58 anak pada 2024. Menariknya, program ini tidak membedakan latar belakang agama. Anak nonmuslim tetap kami bantu melalui dana infak, sementara anak muslim dibiayai dari zakat,” kata Ahmad.
Untuk tahun ini, tercatat 29 anak mendaftar. Namun setelah proses skrining kesehatan, tiga anak harus menunda tindakan medis sehingga total peserta yang akan dioperasi berjumlah 27 anak.
Menurut Ahmad Nabhan, dampak terbesar dari program ini bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis dan sosial anak.
Menurutnya, pengalaman seorang anak asal Loa Janan, Kutai Kartanegara, yang sempat ingin berhenti sekolah karena minder, namun kembali percaya diri dan melanjutkan pendidikan usai menjalani operasi pada 2023.
“Operasi ini membuka masa depan mereka. Anak-anak jadi berani tampil, kembali sekolah, dan kelak punya peluang kerja yang lebih baik,” katanya.
Seluruh kebutuhan peserta ditanggung penuh Baznas. Mulai dari pemeriksaan medis, tindakan operasi, transportasi pasien dan dua pendamping, akomodasi hotel, hingga uang saku sebesar satu juta.
Biaya operasi sendiri diperkirakan berkisar antara Rp6 juta hingga Rp16 juta per anak, tergantung tingkat kompleksitas tindakan.
“Pada pelaksanaan tahun lalu, anggaran yang kami keluarkan mendekati satu miliar untuk 58 anak. Tahun ini masih menunggu hasil akhir karena biaya medis menjadi komponen terbesar,” jelasnya.
Plt Direktur RSKD Balikpapan, drg. Ahmad Jais, menyampaikan, pihak rumah sakit siap memberikan pelayanan maksimal dengan melibatkan tim medis lintas keahlian, mulai dari dokter anak, anestesi, hingga bedah plastik rekonstruksi.
“Celah bibir dan langit-langit berdampak luas, tidak hanya pada penampilan, tetapi juga nutrisi, kemampuan bicara, dan perkembangan mental anak. Karena itu, peran orang tua dalam perawatan pascaoperasi juga sangat penting,” ujarnya.
Pemprov Kalimantan Timur menyambut positif kegiatan ini. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H.M. Syirajudin, menilai program tersebut sebagai wujud nyata kepedulian terhadap generasi masa depan.
“Kita harapkan kolaborasi ini terus diperkuat di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin juga menerangkan, prevalensi celah bibir di Kaltim masih berada di kisaran 0,9 persen dari total kelahiran.
Menurut Jaya, angka itu menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan ibu serta anak.
“Kita harus menjaga generasi ini tetap sehat sejak awal kehidupan. Itu adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah dan bangsa,” jelas Jaya.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanBaznasKaltimSosial