Batik Air saat mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda, Sabtu (21/9). Jarak pandang di runway terus membaik. (Foto : istimewa/Bandara APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Operasional penerbangan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, kembali normal. Sebelumnya, kabut asap akibat Karhutla mengganggu operasional penerbangan bandara di utara kota Samarinda.

Lion Air Group misalnya. Sebelumnya, sempat mengalihkan 23 penerbangannya menuju dan dari Bandara APT Pranoto, kurang lebih 4 hari hingga 20 September 2019 ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

District Manager Lion Air Group Ahmad Affandi, dikonfirmasi Niaga Asia, membenarkan operasional Lion Air Group, baik Batik Air, Wings Air dan Lion Air, kembali normal di Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Sudah normal dari Sabtu (21/9) kemarin,” kata Affandi, Minggu (22/9) malam.

Hari ini, jarak pandang (visibility) di runway Bandara APT Pranoto sepanjang 2.250 meter terus berangsur normal. Kondisi itu, berada jauh dari batas minimal syarat aman penerbangan 5.000 meter.

“Hari ini, operasional normal di bandara APT Pranoto. Sampai sore ini (jam 16.00 Wita) jarak pandang lebih dari 10 kilometer,” kata Kasi Pelayanan dan Operasi UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda Rora Ardian.

Hari ini, ada 20 jadwal penerbangan tujuan Samarinda. Namun 5 diantaranya, dilaporkan tidak beroperasi (No Operation). Seperti 2 penerbangan Xpress Air, 2 penerbangan NAM Air, serta 1 penerbangan Garuda Indonesia.

“Dari maskapai terkait, menyatakan mengambil kebijakan cancel flight, karena alasan force major , yaitu kendala kabut asap kebakaran ladang/hutan terakhir hari ini. Itu demi kelancaran operasi dan keselamatan penerbangan. InsyaAllah besok sudah mulai terbang kembali,” ungkap Rora.

“Untuk NAM Air, hari Senin (23/9) besok cancel. Dari pemerintah kita dampingi kebijakan maskapai nya (melakukam) refund full, kaena besok bukan karena terdampak kabut asap lagi,” demikian Rora. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *