Kebakaran di jalan Inhutani Nunukan. (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sedikitnya 9 armada pemadam kebakaran milik Dinas Pemakam Kebakaran (DPK) Nunukan diturunkan dalam upaya pemadaman kobaran api yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Pasar Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

“Kita turun dengan kekuatan penuh, api berhasil dipadamkan sekitar 2 jam lebih, kata Sekretaris DPK Nunukanm Firnanda, Minggu (10/01) malam.

Kobaran api dipemukiman pasar Inhutani dimulai sekitar pukul 18:30 hingga pukul 20:30 Wita. Api sendiri bersumber dari sebuah bangunan rumah milik warga. Selain rumah, terdapat 2 fasilitas milik pemerintah ikut terbakar Pos Polisi dan Pos Dinas Perhubungan.

Tidak hanya DPK Nunukan, pemadaman api dibantu UPTD Dinas Kehutanan, Badan Penanggulangan Perbatasan Daerah (BPBD) Nunukan untuk suplai air, Satpol PP, TNI,  Kepolisian dan masyarakat.

“Dermaga pelabuhan tradisional Inhutani (Sei Bolong) ikut terbakar habis, termasuk pos Polisi dan Dinas Perhubungan,”  kata Firnanda.

Tersangka penyulut kebakaran dibawa ke rumah sakit setelah dilumpuhkan warga bersama Polisi. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

Firnanda menyebutkan, dugaan sementara kebakaran disebabkan seorang warga yang mengalami gangguan jiwa. Ia tidak hanya membakar rumah, pelaku juga mengamuk dan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap warga.

Salah seorang warga korban penganiayaan adalah keluarga dari petugas DPK Nunukan yang berdomisi di sekitar lokasi kebakaran.

“Ada teman kami tinggal diujung disana korban penganiaan pelaku pembakara,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Nunukan Utara, Wahyudin menuturkan, data sementara bangunan terbakar sebantak 57 bangunan, sedangkan jumlah kepala keluarga belum diketahui karena sebagian warga mengontrak belum dikenal.

“Informasinya ada orang kurang waras mengamuk bawa parang membakar bangunan, ada juga 1 orang kena parang,” ucapnya.

Sebagian warga korban kebakaran dan barang-barang yang berhasil diselamatkan diungsikan ke kantor Lurah Nunukan Utara dan terminal. Pemerintah daerah juga menyiapkan pula posko dan mendirikan tenda-tenda darurat.

“BPBD dan Tagana Nunukan sudah bangun tenda darurat pengungsi. Untuk berapa jumlah pengungsi belum dipastikan,” pungkasnya. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *