Orang Tuanya Meninggal, Dua Anak PMI Dideportasi ke  Nunukan Akan dipulangkan ke Bulukumba

DP3AP2KB Nunukan bersama Asril dan Azril saat berada di Panti Asuhan Ruhama Aisyah (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Dua orang anak laki-laki Muhammad Khairil (8) dan Muhammad Hasril (6) dideportasi pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tanpa pendampingan keluarga sebab, kedua orang tuanya meninggal dunia di Malaysia.

Khairil dan Hasril adalah anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdaftar dalam rombongan 193 orang pekerja migran yang terjaring razia Pemerintah Malaysia, dan telah menjalani penahanan sementara di Tawau, Malaysia.

“Orang tua anak ini meninggal dunia 25 September 2021 saat menunggu deportasi ke Indonesia,” kata Kepala Seksi Perlindungan dan Penempatan UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Arbain pada Niaga.Asia, Jum’at (22/10).

Kedua anak eks PMI menjalani penahanan bersama orang tuanya yang secara legalitas tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan. Sementara ibu dari anak tersebut menghilang dan tidak diketahui keberadaanya.

Arbain menerangkan, berdasarkan pengakuan kedua anaknya, orang tuanya telah bercerai. Pasca perceraian, ibunya menghilang tidak diketahui keberadaanya, sehingga Khairil dan Hasril hidup bersama orang tua laki-laki.

“Anak-anak ini hidup bersama orang tua laki-laki, sedangkan ibunya setelah bercerai menghilang meninggalkan anaknya,” sebutnya.

Asril dan Azril saat berada di Panti Asuhan Ruhama Aisyah (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

Saat tiba di Nunukan, Khairil dan Hasril dipisahkan dengan rombongan PMI dewasa yang dipindahkan ke komplek Rusunawa Nunukan, untuk menjalani isolasi dan menunggu jadwal pemulangan ke daerah asal.

Agar anak mendapatkan perlindungan yang layak, BP2PMi menyerahkan Khairil dan Hasril kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan.

BP2MI Nunukan saat ini telah juga melakukan koordinasi dengan menghubungi paman dan nenek dari kedua anak yang berada Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tahapan ini sebagai persiapan pemulangan kepada anak ke daerah asalnya.

“Kalau nantinya benar keluarga ada disana, kita tinggal mengirimkan anak ke BP2MI Pare Pare atau Makassar untuk menyerahkan ke BP2MI Bulukumba,” terangnya.

Khairil dan Hasril saat ini dititipkan oleh DP3AP2KB Nunukan di Panti Asuhan Ruhama Aisyah di Jalan Pangeran Antasari Kecamatan Nunukan Selatan. Kedua anak PMI yang lahir di Malaysia ini belum pernah mengenyam pendidikan sekolah.

Kepada Niaga.Asia, Khairil menceritakan ihwal orang tua laki-lakinya yang mengidap penyakit paru –paru dan meninggal dunia di rumah tahanan saat makan malam. Kepergiaan orang tua persis di hadapan kedua anak-anak.

“Ibu saya kabur sama laki-laki, kalau bapak saya meninggal persis depan saya saat kami makan malam,” terangnya.

Orang tua Khairil adakah pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Paska terjaring razia di Malaysia, Khairil dan adiknya Hasril serta bapaknya di tahan selama 1 tahun hingga dipulangkan ke Nunukan.

Selama hidup di Malaysia, Khairil dan adiknya belum pernah pulang ke Indonesia, namun kedua anak ini mengetahui bahwa orang tuanya berasal dari Bulukumba dan masih memiliki kedua disana.

“Saya mau pulang ketemu nenek di Bulukumba, bapak saja pernah bilang mau pulangkan kami dan sekolah di Bulukumba,”  ujarnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor Rachmat Rolau

Tag: