Hj Darlena.

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak diperlukan peran serta orangtua, pendidik, dan masyarakat. Selain itu perlu keberanian  melaporkan ke lembaga pemerintah apa bila mencurigai telah telah terjadi tindak kekerasan terhadap anak-anak.

Demikian dikatakan anggota Komisi I DPRD Berau dari Fraksi Partai NasDem, Hj Darlena pada Niaga.Asia, Jumat (25/09/2020).

Menurutnya, bentuk-bentuk kekerasan anak  bisa kekerasan fisik, verbal (kata-kata atu bulying), dan seksual. Kekerasan terhadap anak bisa terjadi di perkotaan, seperti di Tanjung Redeb dan bisa pula di pedesaan.

“Kasus-kasus kekerasan terhadap anak-anak sering sangat lama  baru terungkap karena pihak keluarga, masyarakat, maupun korban tidak ada yang melaporkan ke penegak hukum. Banyak kasus kekerasan baru dilaporkan setelah berbulan-bulan bahkan tahunan setelah kejadian, karena faktor malu,” ucap Darlena.

Hal lain yang dapat dilakukan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak-anak, menurut Darlena,  orangtua meningkatkan perannya  mengedukasi anak sejak balita tentang bagian-bagian dari badannya  yang tidak boleh di sentuh orang lain.

Kemudian, agar anak-anak tidak jadi korban kekerasan verbal (bulying), kata Darlena, guru di sekolah-sekolah juga harus aktif  mengingatkan dan mencegah terjadinya bulying antar sesama  muridnya.

“Bulying ini bentuknya bisa berupa penghinaan (bisa sesama teman di sekolah), membentak, memperolok- olok hingga anak malu untuk pergi ke sekolah,” kata Darlena.

Darlena menambahkan, untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak, peran serta  organisasi dan instansi terkait  dengan perlindungan perempuan dan anak juga perlu ditingkatkan, bentuknya bisa melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait  kekerasan fisik, verbal, dan  seksual terhadap anak. (hel/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *