Komisi I DPRD Berau membahas program dan pemenuhan tenaga kesehatan dengan Dinkes Berau. (foto Humas DPRD Berau)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Selain dengan Dinas Pendidikan Berau, Komisi I DPRD Berau juga mengadakan rapat kerja dengan Dinas Kesehatan Berau. Pokok bahasan adalah  program Dinkes saat dan ketersediaan tenaga kesehatan di pelosok-pelosok Berau. Tenaga kesehatan harus siaga, karena pandemi COVID-19 belum berakhir, sedangkan kegiatan dunia usaha sudah mulai dibuka kembali.

“Kita berprinsip dimasa pandemi Corona ini yang sangat  penting dan harus diperhatikan adalah aspek kesehatan. Jadi kita ingin tahu bagaimana dan apa saja program Dinkes, termasuk tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sebagai pendukung pelayanan ke masyarakat,” terang Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong ditemui usai rapat, Selasa (18/8/2020).

Disebutkan, dalam rapat juga didiskusikan soal tenaga kesehatan di puskesmas pembantu (Pustu), karena masih ada beberapa kampung yang ternyata tenaga kesehatannya tidak ada. Tak hanya itu, puskesmas di perkotaan pun masih kekurangan tenaga kesehatan.

Seperti Pustu di Kampung Maluang, sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang mau ditempatkan disana, karena jaraknya yang lumayan jauh dari pemukiman warga sehingga muncul rasa takut.

“ Untuk itu kita meminta Dinkes membuka lowongan penerimaan untuk PTT tapi khusus pasutri, jadi yang istrinya bidan dan suaminya perawat, dan bisa langsung ditempatkan disana. Kenapa pasutri? Karena yang utama dibutuhkan di Pustu kan bidan, jadi kalau sendirian kasihan,” tambahnya.

Selain di kampung-kampung, ditegaskan Feri, tenaga kesehatan di puskesmas di 4 kecamatan terdekat juga harus segera dipenuhi dalam rangka  mengantisipasi Corona. Tenaga kesehatan harus tetap bersiaga di puskesmas maupun pustu.

“Bersiaga berarti kita harus mengisi pos-pos yang kosong, sehingga jaminan untuk pelayanan kesehatan masyarakat itu ada. Jangan sampai kita kecolongan disitu, dan angka positif COVID-19 Berau masih saja terus bertambah,” pungkasnya. (mel/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *