Plywood yang diekspor ke negara tujuan Amerika Serikat. (Foto : HO/Karantina Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Samarinda kembali memfasilitasi ekspor plywood asal Kalimantan Timur, sebanyak 77,952 meter kubik bernilai ekonomis Rp752,4 juta, dengan tujuan negara Amerika Serikat, Rabu (27/5).

“Dukungan pemerintah daerah dan kerjasama petani dan pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar dapat terus berkelanjutan,” kata Kepala Karantina Pertanian Samarinda Agus Sugiyono, saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada PT KAPR, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pertanian yang diterima Niaga Asia, Kamis (28/5).

Agus menerangkan, dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat pandemi global, Plywood tetap rutin diekspor ke Amerika Serikat. Sebab, permintaan negara tersebut akan produk olahan asal sub sektor kehutanan ini tidak pernah surut, malahan meningkat.

Fasilitasi ekspor berupa jaminan keamanan dan kesehatan sesuai standar internasional ini, merupakan persyaratan negara tujuan ekspor. “Serangkaian tindakan karantina berupa perlakukan fumigasi guna memastikan kayu maupun produk olahan kayu tersebut sehat, aman dan diterima negara tujuan,” ujar Agus.

Dijelaskan, data ekspor Plywood yang difasilitasi Karantina Pertanian Samarinda ke USA selama kuartal pertama tahun 2020 sebanyak 596,56 meter kubik, dengan nilai ekonomis Rp 5,56 miliar, meningkat 8 persen dibanding periode sama tahun 2019, yang hanya berhasil mencatat sebanyak 550,48 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp 5,13 miliar.

Sementara untuk tujuan ekspor Cina, India, Philipina, Singapura dan Thailand pada periode masa pandemi atau Januari hingga April 2020 sebanyak 4.914,62 meter kubik, atau setara dengan nilai ekonomi Rp 49,89 miliar.

Penguatan Sistem Perkarantinaan

Dari tempat terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menjelaskan, selain menjalankan perannya sebagai fasilitator pertanian di perdagangan internasional, pihaknya juga memfasilitasi ekspor produk dari sektor kehutanan dan perikanan. Hal ini tentunya disesuaikan dengan persyaratan negara tujuan.

“Selain kayu asal kehutanan, ada madu, juga rumput laut asal sektor perikanan juga kami fasilitasi,” kata Jamil.

Untuk itu, kelengkapan sarana, prasarana serta SDM yang menunjang, juga telah disiapkan. “Laborarorium uji yang terakreditasi dan SDM pejabat karantina pertanian dengan penguasaan teknis yang mumpuni, menjadi ujung tombak layanan perkarantinaan,” jelas Jamil.

Selain itu, penguatan kesisteman lain yang disiapkan adalah digitalisasi layanan, penguatan fungsi pengawasan dan penindakan serta peningkatan kerjasama dalam sinkronisasi aturan, dan protokol ekspor dengan negara tujuan baru.

“Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), yakni untuk melakukan pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan juga pakan asal produk pertanian, sekaligus mendorong peningkatan ekspornya,” tutup Jamil. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *