Pesawat saat parkir di apron Bandara APT Pranoto. (foto : istimewa/Bandara APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA ASIA – Pandemi Covid-19 nyaris menghantam semua lini ekonomi di Indonesia. Tidak terkecuali, bisnis taksi Bandara APT Pranoto Samarinda. Selama pandemi, penurunan pendapatan bahkan anjlok 100 persen.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Operasional Taksi Bandara Angkasa Jaya Gatot Puguh Bayuaji, saat paparan dia di acara Kesiapan Bandara APT Pranoto menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Sejak pandemi, Angkasa Jaya turun 100 persen. Bulan ini, Juli, mulai naik 10 persen,” kata Gatot, di Hotel Aston Internasional Jalan Pangeran Hidayatullah, Samarinda, Rabu (15/7).

Gatot menerangkan, sebagai penyedia jasa, dia memastikan armadanya menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, agar memberi rasa nyaman konsumen di masa pandemi ini.

“Kami anggap semua orang adalah OTG (Orang Tanpa Gejala). Kami sediakan hand sanitizer, dan juga disinfektan di armada kami,” ujar Gatot.

Berita terkait :

Adaptasi Kebiasaan Baru di Bandara APT Pranoto, Masyarakat Jangan Takut Terbang

“Harapan saya, tidak terjadi penularan virus (SARS-CoV-2) di angkutan kita. Dari sisi kami, kebersihan awak angkutan juga kami terapkan dengan ketat,” tambah Gatot.

Sementara, dari bisnis maskapai tentu juga terkena dampak pandemi Covid-19. Baik itu menuju dan dari Bandara APT Pranoto Samarinda.

Station Manager Lion Air Group Samarinda Nasrul mengungkapkan, saat ini di masa pandemi, Lion Air Group sementara hanya mengoperasikan rute Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar.

“Total ada 6 flight (penerbangan) di masa pandemi ini. Tiga Batik Air, dan tiga lainnya Lion Air. Untuk rute Berau, belum kami operasikan kembali,” demikian Nasrul. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *