TNI siagakan Anoa (foto : Penrem 091 ASN)

SAMARINDA.NIAGA ASIA – Banjir yang telah terjadi sepekan terakhir ini berpotensi mengancam jiwa warga Samarinda, dan berdampak pada tanah longsor hingga sampai akses jalan yang tidak dapat digunakan.

Apabila hujan mengguyur Kota Samarinda dan terus mengakibatkan banjir, maka Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap menurunkan kendaraan lapis baja Angkutan Personel Sedang (APS-3) yang diberi nama Anoa, milik Yonif 611/Awang Long, untuk membantu evakuasi masyarakat Samarinda jika diperlukan.

“Bahwa saat ini, Yonif 611/Awl telah menyiapkan sebanyak 150 personel yang disiagakan, untuk membantu penanggulangan bencana alam yang terjadi di ibu kota Kaltim sepekan terakhir ini,” kata Danyonif 611/Awang Long Mayor Inf Arfan Affandi, saat acara Halal Bihalal di Kompi Senapan A dan C, seperti dilansir Penrem 091 ASN, Selasa (11/6).

Danyonif 611/Awang Long Mayor Inf Arfan Affandi (foto : Penrem 091/ASN)

“Tambahan pasukan kami, dan kendaraan dinas pengangkut penumpang sudah siap kami turunkan untuk membantu penanggulangan bencana jika dibutuhkan,” ujar Affandi.

“Sebanyak satu peleton personel, sudah diturunkan ke beberapa titik banjir untuk membantu evakuasi, pendistribusian logistik bersama satuan lainnya,” tambahnya.

Affandi menerangkan, personel TNI di lapangan, berkolaborasi bersama Polri dan TNI. “Personel sudah ada yang turun. Kemarin juga saya ikut turun membantu. Kami kolaborasi TNI dan Polri serta BPBD saat di lapangan. Jika banjir semakin tinggi, Kami siap untuk menurunkan Panser Anoa jika memang diperlukan. Sementara dua panser ini telah kami siagakan di Kompi Senapan A dan C, agar dekat jika dibutuhkan ke lokasi banjir,” ungkap Affandi.

Affandi menerangkan, sudah 3 unit kendaraan dinas truk milik Yonif 611/Awl membantu transportasi jalan dari Samarinda menuju bandara APT Pranoto.

Apabila banjir tidak dapat dilalui kendaraan pribadi atau umum, maka Panser Anoa akan diterjunkan karena mampu menerobos banjir yang cukup dalam.

“Karena memang kendaraan taktis ini didesain untuk segala medan termasuk genangan air yang cukup dalam saat banjir di Samarinda dan mampu mengangkut penumpang dengan jumlah belasan orang, dan dengan beban yang cukup berat. Sehingga, jika harus dikerahkan untuk evakuasi banjir, dianggap cocok sebagai kendaraan multifungsi saat ini,” demikian Affandi. (*/006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *