aa
Gubernur Kaltara, H Irinato Lambrie memulai kampanye Visit the Heart of Borneo bersama Deputi Pemasaran I, Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, Prabianto Mukti Wibowo dari Kemenko Ekobomi, serta Rizal Malik CEO WWF Indonesi. (Foto Infopubdok Kaltara)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Pariwisata di Kalimantan Utara (Kaltara) mengandalkan Visit the Heart of Borneo. (HoB). Kampanye HoB di Kalimantan telah diinisiasi Kementerian Pariwisata RI dan dimulai sejak Selasa (19/3/2019.

Kampanye HoB diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Gubernur Kaltara, H Irinato Lambrie hadir menjadi narasumber dalam press conference Visit The Heart of Borneo bersama Deputi Pemasaran I, Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, Prabianto Mukti Wibowo dari Kemenko Ekobomi, serta  Rizal Malik CEO WWF Indonesi, dengan tema, Jantung Kalimantan tempat kekayaan keanekaragaman hayati hayati dan budaya menyatu.

Menurut gubernur, Visit The Heart of Borneo  adalah program pelestarian hutan yang dikolaborasikan dengan ekowisata. Program ini merupakan inisiasi tiga negara. Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.  Kalimantan Utara dengan luas 75.467 hektare, persentase tutupan hutannya mencapai 85,4 persen.

HoB sendiri memiliki luas 22 juta hektare, di mana 16,8 juta hektare di antaranya ada di Kalimantan (Indonesia). “ 30 persennya atau 5,19 juta hektare-nya ada di Kaltara,” ungkapnya. Di areal HoB yang ada di Kaltara, memiliki berbagai flora dan fauna, dan anekaragam hayati lainnya, yang sangat potensi menjadi daya tarik wisata. Selain itu, juga ada kekayaan budaya, dan berbagai potensi yang menjadi keunggulan komperatif.

Meski demikian, kata gubernur, diakui, HoB sejauh ini belum banyak mendatangkan wisatawan. Kalah dengan Malaysia.  Kenapa kalah? Pertama karena infrastruktur, konektifitas, dan juga marketing kita yang kurang.

“Namun patut disyukuri, secara cepat sarana infrastruktur terus dibenahi. Atas sinergi Pemerintah daerah dan pusat, jalan-jalan ke wilayah perbatasan telah dibangun. Hal ini diharapkan bisa mendukung program pariwisata di Kaltara. Termasuk program visit Heart of Borneo<’ kata Irianto. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *