joha
H Joha Fajal.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Ketua DPD Partai NasDem Kota Samarinda sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRD Samarinda, H Joha Fajal, percaya kursi wakil wali kota (wawali) Samarinda tidak diambil Partai Demokrat, meski selama ini komunikasi pengisian kursi wawali sepeninggal almarhum H Nusyirwan Ismail belum berlangsung sehubungan Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, H Syaharie Jaang sedang cuti dan mengikuti pemilihan gubernur Kaltim 2018.

“Politik itu kan kesepakatan dan saling percaya. Dalam pilkada serentak Kota Samarinda tahun 2015 lalu, kesepatakannya kursi wawali untuk NasDem, saat itu almarhum Pak Nusyirwan Ismail. Kami di NasDem percaya Pak Jaang tak akan mengajukan nama calon dari orang partainya,” kata Joha pada Niaga.Asia ketika ditanya soal pengisian kursi wawali Samarinda, Selasa (05/6/2018).

Dalam pilkada Samarinda tahun 2015, ada 3 partai berkoalisi mencalonkan H Syaharie Jaang-H Nusyirwan Ismail sebagai wali kota dan wakil wali kota Samarinda 2016-2021. Ketiganya adalah Partai Demokrat, NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Untuk mengisi kursi wawali tersebut, DPW Partai NasDem Kaltim telah melakukan seleksi dan hasil seleksi di DPW Partai NasDem meloloskan nama-nama pengganti alamarhum H Nusyirwan Ismail yakni dari internal NasDem, H Saefuddin Zuhri dan Hj Fatimah Asyari, sedangkan dari eksternal, H Hermanto, Dayang Donna Faroek, dan Muslimin. Sedangkan DPP Partai NasDem belum mengumumkan dua nama yang akan disampaikan ke Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang untuk diteruskan ke DPRD Samarinda untuk dipilih sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Joha, meski penetapan dua nama pengisi kursi wawali terkesan lambat oleh partai koalisi di Pilkada Samarinda Tahun 2015 (Demokrat, NasDem, dan PKS), NasDem melihat itu bukan kesengajaan, tapi karena posisi Syaharie Jaang baik sebagai wali kota maupun sebagai ketua Partai Demokrat Kaltim sedang mengikuti Pilgub. “Kami bisa memahami, toh  akhir bulan Juni ini Pak Jaang sudah aktif kembali sebagai wali kota,” ujarnya.

Tentang aturan main pemilihan di DPRD Samarinda, Joha mengatakan, DPRD sudah membentuk pansus, pansus sudah merancang tatib pemilihannya dan tidak ada lagi pro kontra mekanisme pemilihannya. “Kita tinggal menunggu Demokrat dan PKS menyepakati dua nama untuk diberikan ke wali kota dan kemudian meneruskan ke DPRD,” ungkpanya. (001)

Berita Terkait