Kebakaran hanguskan Pasar Batu Lingkas di Tarakan, Senin (20/1). (Foto : Niaga Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Pasar Batu yang menjadi pasar tertua, berlokasi Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, kota Tarakan, Kalimantan Utara, hangus terbakar sekitar pukul 11.00 Wita, Senin (20/1) pagi. Data sementara dari Karang Taruna Tarakan, 164 rumah yang dihuni 137 KK hangus terbakar. Sekitar 467 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bahkam, 14 ruko ikut hangus.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa yang menghanguskan ratusan rumah yang tersebar di 4 RT itu. Upaya pemadaman pun dilakukan hingga sore ini tadi, sekira pukul 16.00 WITA. Kerugian ditaksir miliaran rupiah.

“Apinya berasal dari dapur rumah salah seorang warga. Saya sempat teriak-teriak, yapi api sudah membesar dan merambat ke rumah sebelahnya,” kata salah satu warga setempat yang juga korban kebakaran, Nuni kepada wartawan, di lokasi kejadian.

“Rumah itu tidak ada orangnya tapi pintu belakangnya terbuka,” cetusnya menambahkan.

Dari pantauan, hingga pukul 15.00 Wita, belasan unit armada pemadam kebakaram baik dari PMK Tarakan, TNI, Polres, tangki air dan instansi lainnya turut membantu memadamkan api.

“Ada 80 personel Brimob kami turunkan untuk ikut membantu padamkan api, dan 1 unit Water Canon. Dan akhirnya selama 4 jam api berhasil dipadamkan,” kata Sadansat Brimob Polda Kaltara, AKBP Sutrisno Hadi Susanto, saat di temui di tempat kejadian.

Ia mengakui sempat kesulitan memadamkan titik api, karena berada di jalur yang sempit, sehingga tidak bisa dimasuki roda empat. Menindaklanjuti musibah kebakaran itu, Pemkot Tarakan langsung bergerak cepat guna segera mengoordinasikan aksi tanggap darurat bencana.

Usai meninjau langsung lokasi kebakaran, Wali Kota Tarakan Khairul, langsung mengumpulkan dinas terkait di ruang kerjanya sore ini tadi, dengan maksud agar kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat disediakan di Posko Pengungsian di Masjid At Taqwa Sebengkok.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan, saya meminta agar pihak terkait dapat membawa masyarakat untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, dan digratiskan selama masa tanggap darurat bencana,” tegas

Ia juga meminta agar Camat Tarakan Tengah dan Lurah Sebengkok, dapat secara cermat menginventarisasi warga yang terdampak, baik sebagai pemilik rumah maupun penyewa. “Kita menetapkan waktu 14 hari sebagai masa tanggap darurat bencana,” demikian Khairul dalam rilis Humas Pemkot Tarakan.

Musibah ini juga dipantai oleh Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio. “Saya berharap Pemkot dan Pemprov Kaltara segera menangani ini dengan serius. Termasuk penanggulangan korbannya,” ujar Udin.

Menurutnya, Pasar Batu yang terletak di Jl Yos Sudarao ini merupakan wilayah yang padat. Sehingga, perlu dipikirkan pembangunan kedepannya.

Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto, menambahkan, bangunan di pasar tersebut dominan terbuat dari kayu dan berusia puluhan tahun. “Sehingga mudah terbakar, jalannya juga sempit jadi menyulitkan petugas saat memadamkan api,” ujarnya.

Dia memperkirakan, Pasar Batu beroperasi sejak tahun 1960-an. “Soalnya saya masuk di Tarakan ini pada tahun 1974 pasar ini sudah ada, jadi sangat tua. Dan sampai sekarang belum pernah direhab,” sebut Effendhi. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *