Pasar Ramadan Balikpapan Tunggu Regulasi, Keamanan Pangan Jadi Perhatian

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat sidak pasar Ramadan tahun lalu. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, geliat persiapan pasar takjil di Balikpapan masih belum terlihat.

Pemerintah Kota Balikpapan belum mengumumkan kepastian teknis karena surat edaran resmi yang mengatur lokasi, tata kelola, hingga pengawasan masih dalam tahap penyelesaian.

Antusiasme warga dan pelaku usaha kecil sudah terasa, namun pemerintah memilih berhati-hati.

Asisten I Tata Pemerintahan Setdakot Balikpapan, Zulkifli, menyebut penyusunan aturan kini memasuki fase akhir di Bagian Pemerintahan.

“Pedoman teknisnya sedang difinalkan. Setelah resmi keluar, masing-masing Camat akan menyampaikan laporan titik pelaksanaan di wilayahnya,” kata Zulkifli, Senin 16 Februari 2026.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah belum menetapkan jumlah maupun persebaran pasar Ramadan. Data dari kecamatan dinilai penting, agar pendataan lebih rapi dan pengawasan lintas perangkat daerah dapat dilakukan secara efektif.

Kendati demikian, sejumlah kawasan yang hampir setiap tahun menjadi magnet warga tetap diperkirakan ramai.

Lingkungan Balikpapan Permai, area sekitar Masjid At-Taqwa, hingga deretan ruko Bandar kerap dipadati pemburu takjil hampir setiap tahunnya. Lokasinya yang berada dekat permukiman dan jalur utama membuat kawasan-kawasan itu selalu hidup menjelang waktu berbuka.

Momentum ini biasanya dimanfaatkan puluhan hingga ratusan pelaku UMKM untuk membuka lapak musiman. Sajian kolak, es buah, aneka gorengan, sampai menu berbuka berat berjajar sejak sore.

Aktivitas ini menjadi salah satu penggerak ekonomi kelurahan selama Ramadan. Di sisi lain, pemerintah menegaskan aspek keamanan pangan tak luput dari perhatian.

Pengawasan kualitas makanan menjadi tugas Dinas Kesehatan melalui inspeksi lapangan dan pengujian sampel.

“Akan ada pemeriksaan dan uji kelayakan kuliner Ramadan,” tegas Zulkifli.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengawasan dilakukan secara berkala dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sampel makanan diuji untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil. Selain itu, kebersihan proses pengolahan dan penyimpanan juga menjadi perhatian. Pedagang yang ditemukan melanggar standar kesehatan akan langsung mendapat pembinaan.

Melalui langkah ini, Pemkot berupaya menyeimbangkan giat ekonomi masyarakat dengan perlindungan konsumen.

Zulkifli berharap, setelah surat edaran terbit, seluruh titik pasar Ramadan dapat terdata dengan baik, dan aktivitas jual beli berlangsung tertib sepanjang bulan suci.

“Supaya warga Balikpapan bisa berburu takjil dengan rasa aman dan nyaman,” tutupnya.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: