Ilustrasi pemakaman sesuai protokol Covid-19. (Foto : HO/Antara Foto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kejadian pasien kasus Covid-19 meninggal tidak dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19, kembali terjadi di Samarinda. Belakangan, pasien bersangkutan positif Covid-19. Imbasnya, semua orang yang kontak dengan pasien itu sedang dilacak Satgas Covid-19.

Dilansir Satgas Covid-19 Kalimantan Timur, Rabu (12/8), pasien meninggal di Samarinda pada 8 Agustus 2020 adalah pasien laki-laki 78 tahun. Pasien itu sebelumnya bergejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Pemakaman tidak sesuai dengan protokol Covid-19,” kata Jubir Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam konferensi virtual, Selasa (11/8) malam.

Niaga Asia sempat menanyakan perihal pasien meninggal SMD388 tidak dimakamkan secara protokol Covid-19, ke Dinkes Samarinda. Tidak ada respons yang diberikan malam tadi.

Sejak malam tadi juga, beredar kabar melalui pesan instan, bahwa pasien meninggal itu adalah orangtua dari pemilik salah satu warung kopi di kawasan Jalan Mulawarman. Pesan instan itu beredar berantai.

Kabar itu sesuai dengan beredarnya pesan instan berantai, bahwa pasien itu meninggal 8 Agustus 2020. Usai dimakamkan, belakangan diketahui pasien itu terkonfirmasi positif Covid-19, berikut istrinya. Imbasnya, semua pihak yang hadir di pemakaman, diimbau untuk melakukan uji swab.

Hari ini, kabar itu kembali dikonfirmasi wartawan ke Dinkes Kota Samarinda melalui pesan instan. Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih, akhirnya merespons kabar yang beredar itu.

Info grafis kasus Covid-19 Kota Samarinda per hari Selasa (11/8) (sumber : Dinkes Kota Samarinda)

“Klarifikasi dari pihak keluarga ya. Sudah disampaikan ke kami,” kata Ismed, Rabu (12/8) siang.

Dia menerangkan, istri dari pasien yang sebelumnya sudah dimakamkan, hari ini akan dirawat di RSUD AW Sjachranie. “Hari ini istri Tn SG, akan dirawat di RSUD AWS. Di ruang isolasi Covid-19,” ujar Ismed.

Dinkes Samarinda sebagai bagian dari Satgas Covid-19, telah melakukan tracing atau penelusuran riwayat kontak dengan pasien bersangkutan. “Yang terpenting sekarang, semua yang hadir pada saat proses pemakaman, sudah di-tracing semua. Ini kontak-kontak erat sudah saya hubungi,” klaim Ismed.

Kendati demikian, Ismed tidak merespons saat ditanya alasan pasien SMD388 bersangkutan, tidak dimakamkan sesuai protokol Covid-19. “Nah tanya dr Osa (Kabid P2P Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia). Masa ngurus sampai dengan detail itu kan,” sebutnya.

Kesekian kali Osa dikonfirmasi wartawan untuk meminta penjelasan, Osa tidak juga merespons. “Nah kalian (wartawan) kalau perlu mendesak sekali keterangannya, datang langsung ya ke karantina (RS Karantina Covid-19 Samarinda di Bapelkes Kaltim),” timpal Ismed.

Pasien kasus Covid-19 di Samarinda, yang tidak dimakamkan sesuai protokol Covid-19 bukan kejadian pertama. Sebelumnya, sempat terjadi di RSUD Moeis. Usai dimakamkan, hasil uji swab pasien bersangkutan positif Covid-19. Imbasnya, sejumlah orang dari hasil tracing pun tertular.

Kali ini, kembali terulang dengan kejadian pasien SMD388. Hasil swab dari hasil tracing, utamanya mereka yang hadir saat prosesi pemakaman, belum diketahui. Padahal, Satgas Covid-19 Kalimantan Timur sudah mewanti-wanti, agar kejadian di RSUD IA Moeis tidak terulang lagi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *