Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Kesehatan kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyatakan Samarinda menuju fase pucak kasus Corona. Sebulan kedepan, diperkirakan terjadi kasus pasien terkonfirmasi secara signifikan.

“Semua warga kota agar waspada, dan agar terus menerapkan social distancing, dan physical distancing,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia, saat telekonferensi, Senin (20/4).

Peringatan yang dikeluarkan itu sendiri, bukan tanpa alasan. “Karena saat ini, Samarinda masuk pada fase menuju puncak kurva epidemologi,” ujar Osa.

“Diprediksi, akan terdapat kenaikan pasien terkonfirmasi positif yang cukup signifikan, dalam beberapa pekan ini sampai satu bulan kedepan,” tambah Osa.

Osa juga kembali mengingatkan, agar warga Samarinda tetap menghindari kerumunan massal, dan tetap beraktivitas di rumah, apabila tidak ada hal penting untuk keluar rumah.

“Keluar rumah mesti pakai masker. Segera lapor ke call center 112 apabila ada rekan, keluarga, yang baru datang dari luar kota Samarinda. Utamanya, dari daerah transmisi lokal,” ungkap Osa.

“Agar, warga memahami benar bahwa Samarinda masuk dalam fase itu. Kami harap, semua tetap waspada, dan patuh dengan himbauan pemerintah,” tegas Osa.

Infografis kasus Covid-19 di kota Samarinda per hari Minggu (19/4). (Sumber : Dinkes Samarinda)

Kabar Rapid Test Massal Tidak Benar

Osa juga menepis kabar pesan berantai, yang menyebar melalui WhatsApp Messenger, perihal rencana rapid test massal, di Samarinda.

“Rapid test masalah tidak benar. Tapi yang dari luar Samarinda wajih lapor ke 112. Tim dokter 112 akan hubungi warga tersebut, dan arahkan tindak lanjut, termasuk apabila warga tersebut masuk kriteria untuk dilakukan rapid test,” tegas Osa.

Menurut Osa, rapid test dilakukan secara prioritas. “Terutama terhadap kelompok yang berisiko membawa transmisi virus. “Semua harus melalui 112, dan beritahukan tindaklanjut seperti apa,” ungkap Osa.

“Warga tidak mesti langsung datang ke RS karatina Covid 19, atau yang berlokasi di Bapelkes Kaltim. Karena, itu merupakan zona merah, dan tidak ada aktivitas di sekitar zona merah dan sangat berisiko,” demikian Osa. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *