Ilustrasi Ruang Tulip di RSUD AW Syachranie yang digunakan sebagai ruang isolasi penyakit infeksi menular. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – N (52), pasien positif Corona di Samarinda berulah ketiga kalinya. Pagi tadi dia kembali mengamuk, sehingga memaksa petugas untuk memindahkannya ke ruang isolasi berteralis besi.

Amukan pasien ketiga kalinya itu terjadi pagi tadi, dalam perawatan ruang isolasi RSUD IA Moeis. Bahkan, dia sempat mengancam kembali perawat setempat. Petugas pun memutuskan N dipindah ke RS Karantina Covid-19 Samarinda di Bapelkes Kaltim.

Plt Kadinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pasien N, kata dia, dipindahkan ke RS Karantina sekira pukul 11.00 WITA hari ini tadi.

“Handover pasien N, sudah selesai dari RS IA Moeis ke karantina,” kata Ismed, Minggu (3/5).

Niaga Asia mencatat, pasien N yang berasal dari klaster Gowa itu, dua kali sebelumnya juga sudah pernah mengamuk. Pertama di RSUD AW Syachranie pada Jumat (11/4), dan Minggu (19/4) di RSUD IA Moeis. Saat itu, dia tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Pemindahan pasien N di RS Karantina, menjadi lebih ketat. Dia ditempatkan di ruang khusus, yang dilengkapi dengan teralis besi, yang memang sudah disiapkan.

“Ditempatkan di mess yang sudah dipersiapkan, dengan pemasangan teralis besi di jendela dan pintu. Nantu kalau perlu gembok, juga kami siapkan,” tegas Ismed.

Karena tiga kali berulah, Gugus Tugas Covid-19 Kota Samarinda bakal kembali melakukan assesment terhadap pasien N. Jika perlu, juga ditangani ahli kejiwaan.

“Di RS Karantina, ada mess yang sudah kita siapkan untuk pasien-pasien yang kurang kooperatif begitu. Kalau perlu, kita siapkan psikiater,” pungkas Ismed. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *