AA
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro bersama Kapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan AKP I Eka Berlin menyerahkan bantuan bahan pokok kepada nenek Waginem yang sudah berumur 80 tahun. (Foto Budi Anshori/NIAGA.ASIA)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Upaya jalinan kasih dan peduli kesasama masyarakat kaum duafa mampu terus dilakukan Polres Nunukan dalam rangka silaturahmi dan berbagi kasih di bulan Ramadan 1440 H yang penuh berkah ini.

Kali ini, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro bersama Kapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan AKP I Eka Berlin menyisir nenek renta yang kurang mampu beralamat di jalan Tawakkal RT 07, Kelurahan  Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan. “Kita terima informasi dari postingan warga di Facebook Warung Kamtibmas bahwa ada warga kurang mampu yang sangat layak di santuni,” kata Kapolres Nunukan, Jum’at (24/05/2019).

Setelah mengamati postingan Facebook dan anggota KSKP meninjau lokasi, sekitar pukul 13.20 wita Kapolres Nunukan bersama tim giat Patroli Peduli bergerak menuju lokasi rumah sasaran bertemu nenek tua pemilik rumah.

Pertemuan singkat tanpa diketahui pemilik rumah, bahkan nenek bernama Waginem yang berusia 80 tahun tidak pernah menduga akan kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Nunukan. “Nenek Waginem tinggal di Nunukan sejak tahun 1970 dan suaminya sudah meninggal 10 tahun lalu,” ucapnya.

Nenek Waginem lahir di Balikpapan yang sejak tahun 1970 merantau ke Nunukan, beliau tidak memiliki anak dan saat ini tinggal seorang diri dirumahnya tanpa bisa berbuat banyak karena usia yang sudah cukup lanjut.

Beliau lahir di Surabaya dan besar di Balikpapan, saat masih bersama suaminya, Waginem memiliki anak angkat perempuan, namun saat ini berdomisili di Tawau, Malaysia. Sehari-hari, nenek ini makan hanya dari bantuan tetangganya atau orang yang bersimpatik. “Hidup seorang diri tanpa keluarga, apalagi usia sudah sangat renta yang tidak mungkin bisa bekerja mencari nafkah,” ungkap Kapolres.

Kunjungan Kapolres bersama tim giat Patroli Peduli disambut hangat dengan perbincangan riwayat hidup selama di Nunukan. meski dalam pikun, Nenek masih bisa mengingat sepenggal sejarah Nunukan walaupun cerita tidak jelas, maklumlah beliau sudah terlalu tua. “Kami prihatin dengan kehidupan nenek Waginem, hanya bingkisan semabako ini yang bisa kami bantu untuk beliau, semoga ada berkah lainnya,” kata Kapolres,

Sementara itu, Kapolsek KSKP Nunukan AKP I EKA berlin menyebutkan, bahwa setiap laporan dan pengaduan warga akan ditindak lanjutkan serta mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Polisi memang belum sempurna tetapi   akan selalu memberikan yang terbaik buat masyarakat Indonesia khususnya warga Nunukan. Kedepan, mari  bersama-sama berbuat baik dan berbagi kepada masyarakat kurang mampu. “Kebersamaan dan kepudian kami tidak terbatas, tidak hanya mengayomi, kami juga siap membantu masyarakat kurang mampu,” tuturnya.(002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *