aa
IPA Gunung Lipan dan Gunung Lingai dikuras, besok, Kamis (10/1) pukul 08.Wita.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-PDAM  Tirta Kencana Samarinda menguras air di bak IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Gunung Lingai, Samarinda Utara dan Gunung Lipan, Loa Janan Ilir. Kegiatan pengurasan kedua IPA tersebut menyebabkan distribusi air bersih terganggu di dua wilayah itu dalam beberapa hari.

“Kegiatan menguras air di IPA dilakukan secara berkala. Tujuannya untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan. Selama pengurasan dilaksanakan, secara otomatis distribusi air ke pelanggan terganngu untuk beberapa hari,” ungkap Kepala Produksi HM Ady Fahrudy didampingi Kasi IPA Cendana M Shokief Amirsyah melalui Humas PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda HM Lukman, Rabu (9/1/2019).

Menurut Lukman, kegiatan menguras kedua IPA, rutin dilakukan setiap tiga bulan. Pengurasan dimulai hari Kamis (10/1) pukul 08.00 Wita hingga selesai dan distribusi air ke beberapa wilayah terganggu.

Distribusi air bersih yang akan terganggu karena ada pengurasn di IPA Gunung Lipan meliputi pelanggan di  Jl. Cipto Mangun Kusumo, Jl APT Pranoto, Jl KH Harun Nafsi, Perum Bumi Prestasi Kencana , Perum Pesona Mahakam, Jl HM Rifadin, Perum Grand Taman Sari, Wilayah Kelurahan Harapan Baru, wilayah Loa Janan Ilir, wilayah Palaran dan sekitarnya.

Sedangkan jalur dari IPA Gunung Lingai wilayah yang terganggu antara lain, wilayah Lempake, Jl Kebon Agung, Jl DI Panjaitan, Jl Mugirejo, Jl Damanhuri, Perumahan Artas, Jl Gerilya Solong, Jl PM Noor, Perum GMS, Jl Gunung Lingai dan sekitarnya.

“Kami menghimbau malam ini, Rabu (9/1) pelanggan di jalur kedua IPA tersebut untuk menampung air sebelum hari Kamis pukul 08.00 Wita. Selama pengurasan berlangsung aliran distribusi dihentikan, sementara” terang Lukman.

Atas terjadinya gangguan distribusi air selama IPA dikuras, manajemen PDAM memohon maaf. Kegiatan pengurasan bertujuan untuk menjaga kualitas agar kejernihan produksi air bersih selalu tetap terjaga. “Kami akan mengusahakan kegiatan pengurasan IPA sesuai jadwal, distribusi kembali normal dan kejernihan air terjaga,” tutur Lukman. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *