aa
Suparjan, Pelaksana Jabatan Dirut PDAM Tirta Tuah Benua Pemkab Kutim

SANGKULIRANG.NIAGA.ASIA-PDAM Tirta Tuah Benua Pemerintah Kutai Timur (Kutim) siapa menjadi pengelola air bersih untuk keperluan dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dengan jaringan distribusi air bersih dengan sambungan pipa sepanjang 28.728 meter.

Pelaksana Jabatan (PJ) Dirut PDAM Tirta Tuah Benua, Suparjan menambahkan, secara kelembagaan PDAM siap mengelola pelayanan air bersih, sambil menunggu arahan dari Dinas PU Provinsi. “PDAM masih menunggu penugasan. Intinya 100 persen siap. Jika sudah positif, kami langsung bergerak cepat di lapangan,” ungkap Suparjan, Kamis (31/1).

Sebelumnya,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kaltim Taufik Fauzi melalui Bidang Bina Marga dan Pengairan  saat ini  pemasangan sambungan pipa ke KEK MBTK dalam progres dan diproyeksikan selesai di bulan April.

“Direncanakan, sistem jaringan pipa transmisi air baku menggunakan sumber air dari Gunung Sekerat. Kebutuhan air bersih KEK MBTK mencapai 200 L. Disisi lain PU akan membangun tangki timbun 10 hektare,” jelas Fauzi saat mempresentasikan rencana PU mensuport air bersih ke KEK MBTK disaksikan Bupati Ismunandar dan Sekretatis Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto di Kantor Perusda PT Melati Bhakti Satya (MBS), Selasa (29/1/2019).

Menurut Suparjan, PDAM tidak hanya menunggu proyek air bersih ke KEK MBTK, tapi saat ini juga tengah mempersiapkan sambungan air bersih dekat kawasan KEK MBTK yaitu Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.

“Kami juga tengah fokus melayani air bersih untuk kebutuhan warga di dua kecamatan. Diproyeksikan Kaliorang ada permintaan 400 sambungan rumah dan  Sangkulirang 1.400 sambungan rumah. Jika ditotal kami mempersiapkan 1.800 pipa sambungan di dua kecamatan selain fokus untuk KEK MBTK,” tutupnya. (hms13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *