Pedagang Membongkar Sendiri Lapaknya di Kawasan Ruko Tanah Merah Nunukan

Pedagang membongkar sendiri bangunan lapak jualannya. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sejumlah lapak milik pedagang kuliner di kawasan Ruko Liem Hie Djung Nunukan Tanah Merah, mulai membongkar sendiri lapak berjualannya bersamaan berakhirnya batas waktu yang diminta PT Sinar Cerah selaku perusahaan pengelola lahan.

“Sesuai surat tanggal 10 Februari batas terakhir pengosongan lahan, kalau tidak dikosongkan hari ini, kami yang bongkar,” kata Staf perwakilan PT Sinar Cerah Nunukan, Laila pada Niaga.Asia, Kamis (1002/2022).

Pengosongan lahan di kawasan ruko Tanah Merah berhubungan dengan adanya rencana dari pihak perusahaan pengembang membangun lapak permanen.

“Perusahaana nanti bangun lapak yang lebih bagus, kemudian bangunan disewakan ke pedagang – pedagang,” tuturnya.

Terkait rencana pembangunan lapak permanen, Laila mengaku tidak mengetahui persis kapan dimulai, termasuk bentuk bangunan babru nantinya. Perusahaan hanya menginformasikan secepat mungkin.

“Saya tidak tahu seperti apa bentuk bangunan. Intinya dibangun lebih bagus agar tidak terlihat kumuh,” terang Laila.

Dari sekitar 20 bangunan lapak yang akan dibongkar, terdapat satu bangunan yang ditempati eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang dalam kesehariannya memiliki gangguan kejiwaan, yakni Mahmudin Sarina.

Mahmudin Sarina (65) tidak memiliki sanak keluarga dan selama berada di Kabupaten Nunukan, hanya menempati bangunan kosong bekas lapak yang telah lama ditinggalkan pedagangnya.

“Beliau bukan pedagang tapi menempati bangunan disana, nanti kita cari keluarganya untuk dikomunikasikan pemulangannya ke kampung halamannya,” ucap Pekerja Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Ibrahim.

Ketika diminta mengosongkan lahan, Mahmudin sempat menolak dan melakukan perlawanan. Dari luar hingga dalam bangunan lapak, terlihat tumpukan botol bekas minuman dan kotak bekas telur yang tersusun rapi.

Agar tidak menimbulkan keributan saat pembongkaran, PT Sinar Cerah meminta Satpol PP membujuk Mahmudin dan jika kondisinya terkendali dilanjutkan dengan memindahkan Mahmudin ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Nunukan.

“Kata warga Mahmudin takut sama Satpol PP dan Polisi, makanya kami panggilkan Satpol PP dan benar manut saja dia dibawa menjauh dari rumahnya,” sebut Ibrahim.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: