Pelajar Samarinda Bisa Belajar di Rumah Lagi Kalau Zona Merah

Ilustrasi belajar online/daring dari rumah (Foto : istimewa/dok Humas Kutai Timur)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Pendidikan Kota Samarinda mempertimbangkan meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, apabila kota Samarinda kembali berada di zona merah COVID-19.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur melaporkan 342 kasus infeksi COVID-19 baru pada hari Selasa. Total 159.836 kasus infeksi sejak awal pandemi dan 153.320 orang sembuh di periode sama.

Jumlah pasien dirawat akibat COVID-19 menjadi 1.059 orang pada hari Selasa. Naik dari 804 orang dari hari Senin. Angka kematian tetap 5.457 kasus.

Kota Samarinda masuk zona merah bersama 4 daerah lain pada hari Selasa karena memiliki lebih dari 51 kasus positif aktif atau pasien dirawat akibat COVID-19. Di mana, ada 95 kasus positif aktif di ibu kota provinsi itu.

Dari laporan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, 10 kecamatan masuk kategori zona kuning sejak 6 Februari. Kondisinya sama pada hari Selasa. Di mana zona kuning memiliki 1-25 kasus positif aktif.

Peningkatan kasus infeksi harian terus menunjukkan peningkatan sepekan terakhir. Kota Samarinda sendiri masuk kategori daerah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 mulai 1-14 Februari.

Mengacu informasi kasus infeksi harian di kota Samarinda, Dinas Pendidikan Kota Samarinda mempertimbangkan kembali menerapkan pola belajar online atau daring apabila kota Samarinda kembali di zona merah.

“Kalau kita berada di Level 3 atau zona merah, kembali belajar online. Itu opsinya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin, dalam pernyataan kepada niaga.asia, Senin.

Asli menerangkan, PTM dievaluasi setiap hari. Situasinya akan menjadi berbeda ketika kedepan ada daerah atau kecamatan masuk kategori zona merah.

“Kalau ada drop (zona merah), saya tentu lapor ke Pak Wali (Wali Kota Andi Harun) mengusulkan kita kembali belajar online,” ujar Asli.

Masih disampaikan Asli, PTM terbatas di masa pandemi yang berjalan saat ini dalam pengawasan dan komunikasi yang baik antara orangtua dan pihak sekolah terkait kondisi kesehatan murid/siswa.

Utamanya pada jenjang pendidikan hingga SMP yang menjadi wewenang Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

“Perlu diwaspadai apabila anak di luar sekolah. Misalnya dalam pergaulan tempat umum, tempat keramaian, dan lingkungan keluarga,” demikian Asli.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: