Pelaksanaan Vaksin Booster di Nunukan Diperkirakan Akhir Maret

Kadinkes–KB Nunukan, H. Rustam Syamsuddin. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Nunukan, memperkirakan pelaksanaan imunisasi vaksin dosis 3 atau booster (penguat) dimulai akhir Maret 2022 bersamaan rampungnya vaksin dosis 2 anak usia 6 – 11 tahun.

“Januari vaksin dosis I anak usia 6 -11 tahun selesai, kemudian lanjut Februari dosis 2,” kata Kadinkes-KB Nunukan, H. Rustam Syamsudin pada Niaga.Asia, Senin (17/01/2022).

Penyelesaian vaksin dosis II menjadi patokan tiap daerah melaksanakan dosis 3, karena itulah tiap Nunukan, fokus kejar target merampungkan vaksin anak usia 6 – 11 tahun yang berjumlah 20,254 dari data sebelumnya 24,833 jiwa.

Selain kejar target vaksin dosis II, Dinkes-KB Nunukan saat ini masih menunggu regulasi dan kebijakan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), terkait vaksin booster yang dipastikan menggunakan jenis Moderna dan Pfizer.

“Semua wilayah Kaltara belum melaksanakan vaksin booster, informasinya nanti serentak di semua kabupaten/kota,” tuturnya.

Sasaran vaksin dewasa dan lansia di Kabupaten Nunukan, berjumlah 146.007 jiwa dengan kumulatif capaian yang telah terlaksana dosis 1 sebanyak 120.631 jiwa atau 77.19 persen dan dosis 2 berjumlah 80.579 jiwa atau 51.56 persen.

Data per tanggal 15 Januari 2022 capaian vaksin dosis 1 usia 6 – 11 berjumlah 5.936 jiwa atau 29.31 persen. Kemudian, vaksin usia remaja di atas 12 tahun sekitar 17.300 jiwa atau 77.98 persen dan dosis 2 berjumlah 12.596 jiwa atau 56.05 persen

“Capaian vaksin SDM Kesehatan dosis I berjumlah 2.066 atau 116.53 persen dan dosis 2 sebanyak 2.002 jiwa atau 112.92 persen,” sebut Rustam.

Vaksin petugas publik dosis 1 hingga hari ini mencapai 17.997 jiwa atau 107.96 persen dan dosis 2 sebanyak 16.495 jiwa atau 98.95 persen. Sementara vaksin lansia dosis 1 berjumlah 7.596 jiwa atau 84.99 persen dan dosis 2 masih sekitar 3.594 jiwa atau 40.20 persen

Pemberian vaksin terhadap masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas, penghuni Lembaga pemasyarakatan dan pekerja migran Indonesia bermasalah serta masyarakat belum memiliki NIK masih terbilang rendah dengan capaian dosis 1 sebanyak 69.736 jiwa atau 65.53 persen dan dosis 2 berjumlah 45.891 jiwa atau 43.12 persen.

“Ada beberapa kelompok vaksin yang capaian dosis 1 dan 2 masih rendah dibawah 70 persen,” bebernya.

Dikatakan Rustam, vaksin dosis 3 sangat penting bagi kekebalan tubuh melawan virus Corona. Vaksin booster adalah suntikan pelengkap sekaligus sebagai penguat dari vaksin dosis 1 dan 2 yang semakin lama mulai melemah.

Semua masyarakat yang telah menerima vaksin dosis 1 dan 2 diharuskan kembali menerima dosis 3, terkecuali bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang sebelum telah mengikuti vaksin boster jenis Moderna.

“Bagi masyarakat yang belum vaksin dosis 1 bisa nantinya menggunakan Pfizer bersamaan pelaksanaan vaksin booster,” terangnya.

 Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: