Bagian dari bangunan penginapan Putri Nabila di Sebuku yang dibakar Gema. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIGA.ASIA-Gema, pelaku pembakaran penginapan di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diduga mengalami gangguan psikologi atau stres.

Sebelum membakar penginapan milik saudaranya sendiri, pelaku sempat mengancam anak-anak yang bermain di sekitar penginapan.

“Kemarin Satgas Pamtas menyerahkan pelaku. Dari pengamatan kelihatannya mengalami gangguan psikologi,” kata  Kapolsek Sebuku Iptu Joko Setiyono, Senin (26/10).

Kebakaran penginapan di Sebuku terjadi sekitar pukul 15:00 Wita, tanggal 25 Oktober 2020, pelaku bernama Gema (45) berteriak-teriak dan sampai sekarang masih menunjukan sikap seperti orang mengalamai gangguan.

Menurut Kapolsek, petugas masih kesulitan meminta keterangan pelaku sebab, dalam kondisinya seperti sekarang, sangat tidak memungkinkan mendapatkan keterangan yang dapat dipercaya.

“Kasus ini tetap kita awali lidik, tetap diminta keterangan, soal mengalami ganguan kejiwaan masalah nantilah,” sebutnya.

Joko mengatakan, selaku Kapolsek, dia tetap memberikan contoh penyidikan dan cara pembuatan berkasnya ke anggotanya. Kalaupun nantinya terbukti pelaku mengalami gangguan kejiwaan, tentu ada proses berikutnya yang sesuai aturan yang akan diambil penyelidik.

“Waktu diserahkan ke kantor, saya sedang pengamanan Pilkada, saya lihat orangnya teriak-teriak sampai malam, orang tidak normal ditanya lain-lain jawabnya,” ucapnya.

Sementara itu, Rusna pemilik penginapan Putri Nabila Desa Apas menyebutkan, pelaku adalah saudara ipar atau kakak dari suaminya yang baru datang dari Sulawesi. Sebelumnya pelaku pernah menunjukan sikap aneh.

“Pelaku baru 2 bulan datang dari Sulawesi dia, tapi awalnya baik-baik saja, terkadang adalah sikap anehnya mau pukul-pukul anak disekitar penginapan,” ucapnya.

Kebakaran berawal dari pelaku membakar gorden, namun berhasil dipadamkan oleh penjaga penginapan. Setelah itu  pelaku masuk ke kamar mengambil sesuatu dan mengunci pintu  dari dalam  sambil mengancam membakar kembali.

Setelah mematikan api yang membakar kain gorden, penjaga ke rumah Rusna mengabarkan kejadian, kata Rusna, ia kaget melihat api sudah naik dibangunan penginapan, kemungkinan kobaran api muncul dari ruangan kamar yang terkunci.

“Rumah saya jauh dari penginapan, pas saya kesana api sudah naik, bahkan pelaku mau bakar lagi bangunan penginapana disampingnya,” terangnya.

Dikatakan Rusna, penginapan yang terbakar memiliki 7 kamar, sedangkan penginapan posisinya bersebelahan yang hampir ikut terbakar memiliki 7 kamar dengan pasilitas lebih lengkap. Akibat kejadian ini, pemilik penginapan mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta.

Sebelum membakar penginapan, pelaku telah 2 kali coba membakar bangunan, namun kejadian itu berhasil digagalkan oleh petugas. Rusna sendiri tidak percaya saudara iparnya itu mengalami gangguan kejiwaan.

“Pelaku pernah dipulangkan ke Sulawesi, tapi tidak lama datang lagi ke Sebuku. Kalau dibilang gila tidak mungkinlah habis membakar penginapan mau membakar lagi penginapan lainnya,” pungkas dia. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *