Salah satu penjahit melakukan proses penjahitan masker. (Foto : HO/Disperin Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Di tengah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat (hazardous material) dan masker di masa pandemi Corona, di kota Samarinda sudah mulai banyak usaha penjahit, yang membantu membuat baju hazmat dan masker kain. Terbukti untuk mengatasi kelangkaan itu, tidak hanya dipakukan usaha konveksi saja.

“Sudah lumayan banyak usaha penjahit biasa, yang beralih untuk membuat baju hazmat dan masker, untuk memenuhi permintaan akibat kekurangan APD di Samarinda,” kata Kepala Dinas Perindustrian kota Samarinda Muhammad Faisal, dalam keterangan tertulis diterima Niaga Asia, Selasa (7/4).

Faisal menerangkan, hari ini dia dan jajarannya, mengunjungi 3 penjahit yang sudah beberapa hari ini beralih usahanya dengan membuat baju hazmat dan juga masker.

“Penjahit Akbar di Jalan Rajawali sudah cukup eksis membuat baju hazmat dengan rata-rata menghasilkan 15-an baju setiap harinya. Harga per baju antara Rp175 ribu sampai Rp200 ribu. Sudah cukup banyak pesanan yang masuk untuk beberapa hari ke depan ini,” ujar Faisal.

Sementara itu, untuk yang membuat masker kain, tim Disperin mengunjungi penjahit Azzahra Collection, di Jalan PM Noor Sempaja dan Boots Kaos di Jalan Cipto Mangunkusumo, kawasan Gunung Panjang, Samarinda Seberang.

“Dua penjahit ini rata-rata mampu membuat 600-1.000 masker kain hasil jahitan dari 4-5 orang penjahit. Dengan harga kisaran 50 ribu untuk setiap lusinnya bergantung bahan. Azzahra merupakan penjahit busana dan boost penjahit kaos. Sekarang beralih membuat masker kain yang sedang ramai dibutuhkan,” terangnya.

Sementara itu Fahriannoor, salah seorang pemilik penjahit tersebut mengatakan, selain berniat membantu memenuhi kebutuhan APD di kota Samarinda, juga melihat ini sebagai salah satu peluang bisnis di saat wabah Covid-19 ini.

“Kami ikutin arahan pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian, untuk mulai membantu memproduksi APD ini. Terutama baju hazmat dan masker, sekaligus menggerakan para penjahit di kota Samarinda untuk bersama-sama memproduksi. Silahkan kontak saya jika memang ada kesulitan pembuatan baju ini, kami siap membantu,” ungkap Fahriannoor.

“Memang sekarang, yang akan sulit memperoleh bahan bakunya dan mahal. Kalau untuk masker, ketersediaan bahannya masih relatif aman saja,” demikian Fahriannoor. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *