Pembangunan Masjid SMAN 10 Samarinda di Education Center Terbengkalai

Bangunan masjid SMAN 10 Samarinda di kawasan Education Center tampak megah dari luar, namun hingga kini pembangunannya belum rampung dan terlihat terbengkalai. (Foto Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Sebuah bangunan masjid berdiri megah di kawasan Education Center, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda. Bangunan bercat dominan kuning, hijau, dan putih itu rupanya merupakan masjid milik SMAN 10 Samarinda.

Dari luar, arsitektur bangunan tampak modern dengan corak islami yang menghiasinya. Akan tetapi, bagian dalam masjid ini belum selesai. Jendela-jendela besar masih terbuka tanpa kaca, dan beberapa sisi bangunan dibiarkan terbengkalai dengan rumput liar tumbuh di sekitarnya.

Masjid yang seharusnya menjadi pusat ibadah sekaligus sarana pembinaan keagamaan bagi siswa-siswi SMAN 10 itu hingga kini belum bisa digunakan. Pembangunannya yang sudah berjalan lebih dari satu tahun terhenti tanpa kejelasan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim, Armin, mengakui bahwa proyek masjid tersebut memang bersifat multiyears atau bertahap.

“Masjid ini multiyears. Jadi pembangunannya bertahap. Untuk kelanjutan di tahun ini saya belum cek,” jelas Armin ketika dikonfirmasi Niaga.Asia, Rabu (20/8).

Hal senada disampaikan Plt. Kepala SMAN 10 Samarinda, Suyanto, yang membenarkan bahwa bangunan tersebut adalah masjid baru, bukan renovasi.

“Itu bangunan masjid baru. Kalau tidak salah, mulai dikerjakan sekitar 1,5 tahun yang lalu. Mudahan ingatan saya tidak keliru. Tetapi untuk kelanjutannya di tahun ini saya tidak tahu pasti, karena pengerjaan sepenuhnya ditangani vendor. Saat awal pembangunan, kepala sekolah masih dijabat oleh Pak Fathur Rachim,” terangnya.

Sementara, dari sisi penganggaran, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, HM Darlis Pattalongi, yang juga duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, menyebutkan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai lanjutan proyek masjid tersebut.

“Di Banggar belum ada pembahasannya. Dokumen perencanaan anggarannya juga belum masuk ke DPRD. Jadi jangankan dibahas, drafnya saja kami belum lihat. Pembangunannya memang sejak 2024, pas awal dipindahkannya SMAN 10 ke Education Center,” bebernya.

Kondisi masjid yang pembangunannya belum selesai ini pun menimbulkan kesan bangunan terbengkalai. Padahal, keberadaannya sangat dinantikan siswa-siswi maupun guru di SMAN 10 Samarinda sebagai sarana ibadah harian, kegiatan keagamaan, serta wadah pembinaan karakter religius di sekolah.

Dengan belum adanya kepastian kelanjutan, proyek bangunan masjid SMAN 10 Samarinda di Kampus Education Center ini pun masih menunggu kejelasan dari pihak terkait sebagai penanggung jawab pembangunan.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: